TRIBUNTRENDS.COM - Nama Sonny Tulung ikut menjadi sorotan setelah ia mengulas polemik yang menyeret MC Shindy Lutfiana pada final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat.

Perdebatan soal hasil penilaian lomba itu belakangan ramai dibahas warganet di media sosial.

Menurut Sonny, ada tiga faktor utama yang membuat publik akhirnya melontarkan kritik terhadap jalannya perlombaan maupun sikap pembawa acara di atas panggung.

Ia menilai perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada keputusan juri, tetapi juga cara situasi ditangani saat ketegangan terjadi.

"Yang pertama, publik merasa ada ketidakadilan karena jawaban yang terdengar sama dinilai berbeda oleh juri," ujar Sonny seperti dikutip dari Instagram resminya pada Rabu (13/5/2026).

Polemik tersebut bermula ketika tim dari SMAN 1 Pontianak melayangkan protes usai jawaban mereka dinyatakan salah dan membuat poin berkurang.

Baca juga: Tak Muncul, Tidak Ada Permintaan Maaf Langsung Juri LCC 4 Pilar Kalbar, Sekjen MPR: Diwakili Lembaga

Keputusan itu kemudian memicu reaksi peserta maupun penonton yang mengikuti jalannya kompetisi.

Situasi semakin memanas setelah tim lain memberikan jawaban yang dianggap serupa, namun justru dinyatakan benar oleh dewan juri.

Perbedaan keputusan itulah yang akhirnya memancing perdebatan luas di media sosial.

Selain soal penilaian, Sonny juga menyoroti tingginya ekspektasi publik terhadap seorang MC saat menghadapi kondisi panas di atas panggung.

Menurutnya, pembawa acara dinilai memiliki peran penting dalam menjaga suasana tetap kondusif ketika kontroversi muncul di tengah acara.

"Kedua, publik berharap MC itu membela regu yang merasa dirugikan," katanya. 

Meski demikian, Sonny menilai posisi MC dalam acara seperti itu sebenarnya tidak mudah karena pembawa acara bukan pihak yang mengambil keputusan utama.

"Nah ini yang perlu dipahami MC bukan pengambil keputusan utama dalam acara itu. Ada otoritas lain juri atau panitia dan posisi MC itu di tengah situasi seperti ini sebenarnya enggak mudah buat MC," lanjutnya.

Namun menurut Sonny, hal yang paling memancing emosi publik adalah ucapan Shindy yang menyebut, "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja."

Kalimat tersebut dinilai banyak orang terdengar tidak empati terhadap peserta yang merasa dirugikan.

"Tapi yang paling memancing emosi publik adalah kalimat "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja". Saya menduga kalimat itu sebetulnya dimaksudkan untuk menetralisir keadaan," jelasnya. 

Meski begitu, ia memahami mengapa publik akhirnya bereaksi keras karena ucapan tersebut dianggap seperti membela keputusan yang dinilai tidak fair.

"Di mata banyak orang kalimat itu justru terdengar seperti keputusan yang dianggap tidak fair. Malah dibela sementara tim yang merasa dirugikan tidak benar-benar didengar," tuturnya.

Sebelumnya, MC Shindy Lutfiana telah menyampaikan permintaan maaf terbuka terkait ucapannya dalam acara tersebut.

Ia mengakui pernyataannya tidak pantas disampaikan dalam kapasitas sebagai pembawa acara dan berjanji menjadikan polemik itu sebagai bahan evaluasi diri.

Baca juga: Sekjen MPR Salahkan Sound System, Biang Kerok Kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar, Kendala Teknis

Sonny Tulung
Sonny Tulung (Instagram @sonnytulung.real)

Akui khilaf

Master of Ceremony (MC) final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Shindy Lutfiana, akhirnya buka suara usai ucapannya kepada peserta SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, viral di media sosial.

Sebelumnya, politikus PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli sempat melontarkan kritik keras terhadap jalannya perlombaan hingga menyebut MC yang berada di lomba tersebut mirip buzzer.

Shindy sebelumnya menjadi sorotan setelah mengucapkan kalimat "mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja" saat polemik keputusan dewan juri berlangsung di babak final.

Melalui unggahan klarifikasinya di Instagram, Shindy mengaku khilaf dan menyadari ucapannya tidak pantas disampaikan dalam kapasitasnya sebagai pembawa acara.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: 'Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja," yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut," tulisnya pada Selasa (12/5/2026). 

Ia juga mengakui bahwa ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan bagi peserta lomba, guru pendamping, hingga masyarakat yang mengikuti polemik tersebut.

Banjir hujatan publik

Sosok Shindy Luthfiana yang menjadi pembawa acara (MC) dalam ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5) dikulik warganet.

Warganet menilai, Shindy berpihak ke juri saat Regu C, Josepha Alexander protes imbas pengurangan skor.

Terkini, seusai video LCC itu viral di media sosial, dua akun Instagram Shindy mendadak hilang tak ditemukan.

Diketahui, ia sempat memiliki dua akun Instagram, yakni @shindy_lutfiana.mc, dan @shindy_mc_wedding.

Warganet menduga, hilangnya dua akun tersebut setelah Shindy banyak menerima kritikan.

Diketahui dalam tayangan Youtube MPRGOID, polemik bermula saat siswa yang akrab disapa Ocha itu protes imbas jawabannya dianggap salah oleh juri.

Akibatnya, Regu C mendapat pengurangan lima poin.

Lalu, kejanggalan terlihat saat Regu B memberi jawaban yang sama persis dan langsung dibenarkan dengan diberi poin 10 oleh juri.

Lantas, Shindy yang memandu acara tersebut dinilai tidak berempati kepada peserta yang mendapat perlakuan tidak adil.

Pihaknya justru menyebut dewan juri dalam acara ini sudah sangat kompeten dan teliti.

"Baik adik-adik, mohon diterima keputusan dewan juri. Karena tentunya dewan juri yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan sangat teliti untuk mendengarkan jawaban dari adik-adik," ujar Shindy.

Tak hanya itu, Shindy juga meminta peserta melihat tayangan ulang di akhir acara apabila masih merasa keberatan dengan keputusan juri.

Situasi semakin memanas ketika Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni turut menyudutkan Regu C.

Indri Wahyuni justru mengingatkan, agar para peserta menjawab dengan artikulasi yang jelas.

(TribunTrends/TribunJakarta)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.