TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang pria bernama Maisir Rawani Bahu (49), warga Kelurahan Tamulabutao 2, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, ditemukan tak bernyawa.
Maisir diduga tersambar petir saat memancing di area waduk Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kamis (14/5/2026) sore.
Peristiwa nahas itu terjadi di tengah cuaca buruk yang melanda wilayah Kota Gorontalo bagian tengah menjelang waktu magrib. Hujan deras disertai kilatan petir mengguyur kawasan tersebut saat korban sedang berada di lokasi pemancingan.
Kejadian ini sempat menghebohkan warga setelah video yang merekam suasana evakuasi beredar luas di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun Facebook Fitria Yusuf, terdengar suara seorang anak yang diduga merupakan buah hati korban tengah meminta pertolongan kepada warga. Dengan nada panik, anak tersebut memohon agar warga segera membantu mengangkat tubuh ayahnya.
“Om angkat akan uti,” ujar suara dalam video tersebut.
Berdasarkan laporan resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo, kejadian bermula sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, korban tengah memancing ikan di waduk di tengah kondisi hujan deras yang disertai petir.
Laporan yang dikonfirmasi oleh Kasi Ops Basarnas Gorontalo, Halidin La Bidu, menjelaskan bahwa sekitar pukul 16.40 Wita, seorang saksi mata bernama Irwan Abdullah yang berada di lokasi melihat langsung korban tersambar petir. Namun, saksi mengaku tidak berani mendekat karena kondisi cuaca yang dinilai masih sangat berbahaya.
Sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 16.50 Wita, saksi segera menghubungi Basarnas Gorontalo untuk meminta bantuan evakuasi.
Merespons laporan tersebut, tim Rescue Kantor SAR Gorontalo langsung melaksanakan briefing pada pukul 17.10 Wita sebelum bergerak menuju
lokasi kejadian. Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 17.37 Wita dan langsung mengevakuasi korban.
Dalam laporan resmi Basarnas, disebutkan bahwa korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Tim Rescue KPP Gorontalo tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) dibantu oleh warga dan keluarga korban,” tulis laporan tersebut.
Usai dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.
Tim SAR bersama keluarga tiba di rumah duka sekitar pukul 19.05 Wita, dan korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi SAR secara resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 19.20 Wita setelah seluruh tim selesai melaksanakan debriefing.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Warga Gorontalo Diduga Tewas Tersambar Petir di Waduk
Kejadian yang menimpa Maisi Ramani Bahu menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap gejala alam saat musim hujan.
Melansir dari Kompas.com, terdapat beberapa tips krusial untuk menghindari sambaran petir guna meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di masa depan.
Salah satu poin utama adalah segera mencari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh atau kendaraan tertutup begitu mendengar suara guntur atau melihat kilat.
Jika Anda sedang berada di area air seperti waduk atau kolam pancing, segera naik ke daratan karena air merupakan penghantar listrik yang sangat kuat.
Hindari berlindung di bawah pohon atau di dalam struktur terbuka seperti saung, karena objek tinggi di area terbuka sangat rentan menjadi sasaran utama petir.
Tetaplah waspada dan jangan lupa bahwa keselamatan nyawa jauh lebih berharga daripada melanjutkan aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk melanda. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.