TRIBUNJATIM.COM - Kedatangan artis sekaligus komedian Aldi Taher di sebuah lapak buah di Desa Lubuk Batang, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, mendadak menyita perhatian warga pada Jumat (15/5/2026).

Lapak duku yang biasanya tenang itu tiba-tiba ramai setelah Aldi singgah untuk membeli buah duku kiriman dari luar daerah.

Kehadirannya langsung menarik perhatian warga sekitar hingga pengguna media sosial.

Di lokasi yang berada dekat jembatan layang kereta api tersebut, Aldi tampak menikmati suasana sambil bercanda dengan penjual dan pengunjung.

Dengan gaya khasnya yang enerjik, ia bahkan sempat mempromosikan duku dagangan di lapak itu.

“Duku, duku, duku manis, ayo beli!” teriak Aldi Taher sambil tertawa bahagia.

Baca juga: Efek Earworm Dalam Fenomena Bisnis Burger Milik Aldi Taher, Viral Antre Mengular

Penjual Duku Kaget

Presenter berdarah Minangkabau Sumatera Barat bernama asli Rahmat Aldiansyah ini membikin ibu-ibu penjual duku terkaget-kaget dan tidak bisa menahan rasa haru campur senang karena mendapat pelanggan seorang artis.

Hebatnya lagi, sang ibu yang biasa berjualan duku yang memang terkenal manis ini langsung mengenali wajah sang artis.

Warga yang ada di sekitar lapak duku spontan mengabadikan momen berharga ini.

Tidak mau melewatkan kesempatan merekam wajah sang artis, lalu mengunggahnya di media sosial.

Meskipun kehadiran Aldi Taher hanya selintas alias numpang lewat saja, namun membuat warga terhibur dan menjadi buah bibir. 

Pedagang duku yang jujur ini tetap menjual duku dengan harga Rp20 ribu per kilogram dan menawarkan kepada Aldi Taher agar memborong dukunya.

Namun, terlihat juga Aldi sempat ingin membeli dalam jumlah banyak setelah mencicipi duku yang rasanya manis ini. 

Baca juga: Sosok dan Profil Aldi Taher yang Kini Sukses dengan Bisnis Kuliner Aldi’s Burger

Baca juga: Dianggap Nyeleneh, Aldi Taher Ungkap Alasan Sering DM Artis: Silaturahmi Sekaligus Promosi Burger

Sempat Kebingungan

Pedagang duku kebingungan karena tidak ada keranjang atau wadah yang cocok untuk membeli duku dalam jumlah banyak.

“Paling keranjang itu nah,” tawar pedagang duku menunjuk kotak buah yang sudah tidak terpakai lagi, dikutip dari Tribun Sumsel.

Sementara itu, di dekat jembatan rel kereta api Desa Lubuk Batang memang ada pedagang duku yang biasanya menjual duku-duku pilihan.

Duku yang dijual sebenarnya bukan duku asli dari Kabupaten OKU, karena saat ini di OKU sedang tidak musim duku.

Duku-duku yang dijual oleh pemilik lapak buah di Desa Lubuk Batang ini didatangkan dari daerah luar OKU, termasuk dari Jambi.

Di sekitar jembatan layang kereta api Lubuk Batang memang banyak pedagang buah-buahan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.