SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya Surabaya terus menggaungkan ajakan agar laga penutup Super League 2025/2026 melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu (23/5/2026), berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh suporter.
Kali ini seruan datang langsung dari deretan pemain Persebaya, yang meminta Bonek dan Bonita tidak membawa flare ke dalam stadion saat pertandingan berlangsung.
Ajakan tersebut disampaikan melalui unggahan video singkat di akun Instagram resmi klub, Rabu (20/5/2026).
Pemain asing Persebaya, Jefferson Silva, menilai penggunaan flare membawa dampak buruk bagi kesehatan penonton di stadion.
“Flare menurut saya sangat buruk bagi kesehatan kita semua. Bagi anak-anak juga. Menurut saya, tidak berguna membawa flare ke dalam stadion,” kata Jefferson Silva.
Ia juga mengingatkan, bahwa Stadion GBT harus menjadi ruang yang aman dan nyaman untuk seluruh suporter, termasuk keluarga dan anak-anak.
“Menurut saya sangat buruk bagi kesehatan anak-anak, bagi kesehatan orang tua juga. Kami harus menghormati ruang kami dan kami harus menghormati semuanya,” tambah pemain asal Brasil itu.
Senada dengan Jefferson, striker Persebaya, Bruno Paraiba, meminta Bonek dan Bonita tetap memberi dukungan tanpa harus menyalakan flare.
Menurut Bruno, asap flare bisa mengganggu kenyamanan dan kesehatan penonton yang hadir di stadion.
“Juga karena bau yang tidak enak, mereka bisa sakit, dan banyak orang tua juga. Menjadi suporter terbaik, tidak perlu menyalakan flare,” kata Bruno.
Pemain asal Brasil itu juga menyampaikan pesan singkat yang menjadi kampanye klub.
“No Flare Lets Care,” tambahnya.
Sementara itu, gelandang andalan Persebaya, Francisco Rivera, berharap dukungan suporter tetap maksimal lewat nyanyian dan semangat positif sepanjang pertandingan.
Menurut Rivera, dukungan seperti itu justru mampu membakar motivasi pemain di lapangan.
“Please jangan bawa flare, karena itu membahayakan untuk semua keluarga. Berikan dukungan dengan teriakan, dengan dukungan positif agar semua senang,” kata Rivera.
Ajakan serupa juga datang dari bek sayap Persebaya, Arief Catur.
Ia berharap laga penutup musim bisa dikenang lewat kreativitas koreografi suporter, bukan pesta flare.
“Jangan bawa flare, ganti dengan koreo-koreo yang bagus. Karena menyalakan flare bisa merusak di sekeliling kita,” kata Arief Catur.
Ajakan tersebut bukan tanpa alasan. Pada laga kandang terakhir musim lalu saat Persebaya menjamu Bali United di Stadion GBT pada 23 Mei 2025, ratusan flare dinyalakan saat pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Asap tebal dari flare membuat sebagian besar suporter mengalami gangguan kesehatan.
Beberapa penonton, terutama anak-anak dan orang tua, dilaporkan mengalami sesak napas hingga iritasi mata akibat kepulan asap di tribune stadion.
Karena itu, Persebaya berharap pertandingan penutup musim ini bisa berlangsung lebih nyaman, aman, dan tetap meriah tanpa flare.
Berikut ajakan pemain Persebaya kepada Bonek dan Bonita:
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.