Selama pekerjaan berlangsung, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional, guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus kendaraan,
Karawang (ANTARA) - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) kembali melaksanakan kegiatan pemeliharaan berkala di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek wilayah Kabupaten Karawang, Jabar yang berlangsung selama sepekan ke depan.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol, Amri Sanusi dalam keterangannya di Karawang, Jumat menyampaikan, pemeliharaan ruas jalan tol ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas infrastruktur.
Selain itu, juga bagian dari upaya Jasamarga untuk memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman, nyaman, dan lancar.
Pemeliharaan preventif ini dilakukan secara rutin mengingat tingginya mobilitas kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi salah satu ruas strategis Jalan Tol Trans Jawa.
Ia menyampaikan, selama sekitar sepekan ke depan, JTT melaksanakan pekerjaan rekonstruksi perkerasan jalan di sejumlah titik ruas Tol Jakarta-Cikampek, guna mempertahankan kondisi jalan tetap optimal bagi pengguna jalan.
Di antara titik pekerjaan itu dilaksanakan di Off Ramp Karawang Timur 1 lajur satu dan bahu luar pada Kamis (21/05) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (26/05) pukul 00.00 WIB
Titik pekerjaan lainnya ialah di Off Ramp Karawang Timur 2 lajur satu, dilaksanakan pada Jumat (22/05) pukul 22.00 WIB hingga Senin (25/05) pukul 05.00 WIB
"Selama pekerjaan berlangsung, pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional, guna memastikan keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus kendaraan," katanya.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menjelaskan, kegiatan pemeliharaan rutin tersebut merupakan langkah preventif yang secara konsisten dilakukan perusahaan untuk menjaga standar pelayanan jalan tol tetap optimal di tengah tingginya aktivitas lalu lintas harian.
Selama pekerjaan berlangsung, pihak Jasamarga tetap mengutamakan kelancaran lalu lintas dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional serta memastikan area pekerjaan dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar operasional.
"Kami memohon maaf atas potensi ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan selama pekerjaan berlangsung," katanya.