TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Okupansi atau tingkat keterisian hotel di Kota Medan, Sumatera Utara, melonjak tajam saat terjadi pemadaman listrik massal (blackout), Jumat (22/5/2026) malam.
Warga yang memiliki keuangan mapan lebih memilih bermalam di hotel, karena rumahnya gelap gulita.
Publik Relation Santika Dyandra Hotel Medan, Jeni Carolina mengatakan pihaknya selalu siap melayani lonjakan tamu yang terjadi.
Baca juga: Menko Infrastruktur AHY Minta PLN Investigasi Penyebab Blackout di Sumatera
“Untuk Santika ready untuk menangani peningkatan pengunjung,” ujarnya dikutip dari Tribun Medan, Sabtu (23/5/2026).
Tingginya minat masyarakat untuk menginap membuat tingkat hunian di hotel tersebut telah mencapai kapasitas maksimal.
“Sampai saat ini juga masih banyak permintaan kamar, tapi memang OCP sudah 100 persen,” katanya.
Tak hanya Santika Dyandra Hotel, Marketing Communication Ibis Hotel Medan, Deby Regina juga menyampaikan tingkat okupansi hotelnya mencapai 100 persen pada malam terjadinya pemadaman listrik.
Lonjakan serupa juga terjadi di Hotel Grandhika Setia Budi Medan.
Marketing Communication Executive/Public Relations Grandhika Setiabudi Medan, Nurul Fathia mengatakan sebelum terjadinya pemadaman, tingkat okupansi hotel masih berada di angka sekitar 85 persen.
“Per sore kemarin (sebelum mati lampu) masih sekitar 85 persen occupancy-nya. Begitu mati lampu, hanya sekitar satu jam mati lampu, kami langsung full,” ujarnya.
13,1 Juta Pelanggan Terdampak
PT PLN terus melakukan pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi sejak Jumat (22/5/2026).
Hingga Sabtu (23/5) pukul 10.00 WIB, lebih dari 8,3 juta pelanggan kembali menikmati listrik dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, sejak awal gangguan terjadi Jumat (22/5), sekitar pukul 18.44 WIB, PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.
Indikasi awal yang muncul, gangguan disebabkan cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatra.
“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatra, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” jelas Darmawan.
Darmawan menyampaikan, pemulihan dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit di sistem kelistrikan Sumatra.
Darmawan menjabarkan, hingga pukul 10.00 WIB, lebih dari 3.192 MW pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak.
Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah kembali beroperasi. Sehingga, sebanyak 8.351.670 pelanggan terdampak juga kembali mendapat pasokan listrik.
“Saat ini seluruh petugas dan tim teknis PLN bekerja penuh selama 24 jam di lapangan," paparnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.