TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta dan Persib Bandung dirumorkan tertarik mendatangkan Pemain Terbaik (Best Player) Super League 2025/2026.
Sosok yang menjadi rebutan dua klub rival itu berposisi sebagai penyerang sayap andalan Borneo FC.
Winger asal Argentina itu mengalahkan duo andalan sang juara Persib Bandung, Beckham Putra dan Federico Barba, serta Allano (Persija Jakarta) dan rekan setimnya sendiri di skuad Pesut Etam, Juan Villa.
Meskipun hingga kini, manajemen Macan Kemayoran belum memberikan keterangan mengenai transfer pemain.
Sedangkan, pelatih Persib Bandung Bodan Hojak memberikan responsnya.
Nama yang digadang-gadang bergabung ke markas Persija Jakarta yakni Mariano Peralta.
Mariano Peralta berhasil meraih pemain terbaik Super League 2025/2026. Akun instagram @fabrizioasia_ menyebut Mariano Peralta yang menjadi target Persija Jakarta.
Akun itu mengunggah foto Mariano Peralta mengenakan jersey Persija Jakarta.
"GOOD MORNING. Ini belum Official , Persija sedang Menawarkan sang Pemain untuk Musim depan !!" tulis akun tersebut dikutip TribunJakarta.com, Senin (25/5/2026).
Nama Mariano Peralta dielu-elukan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan bersama Bobotoh saat konvoi juara, Minggu (24/6/2026).
Momen tersebut salah satunya terekam melalui unggahan Instagram @awasofyan.
Dalam unggahan itu, terlihat mobil yang mengangkut rombongan pemain, pelatih, hingga ofisial Persib Bandung melintas di antara lautan Bobotoh.
Kemudian, Bobotoh pun mulai meneriakkan nama Peralta saat Adhitia Putra Herawan melintas di hadapan mereka.
Tak lama, Adhitia pun mengikuti para Bobotoh meneriakkan nama Peralta, sambil mengangkat kedua tangannya ke udara.
"Peralta! Peralta! Peralta!" ucap para Bobotoh bersama Adhitia.
Beberapa saat kemudian, Adhitia pun mengelukan nama lain, yakni Moussa Sidibe. Bobotoh pun mengikutinya.
Adhitia pun tertawa sambil melihat ke arah Bojan Hodak yang sedang berdiri di belakangnya.
Kemudian, Bojan Hodak pun merespons gurauan tersebut dengan menggerakan ibu jari bersama jari telunjuk dan tengahnya.
Sementara, dahinya mengerut dan bibirnya menekuk ke bawah sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Nama Mariano Peralta mendadak diincar banyak klub besar pada bursa transfer awal musim 2026/2027.
Mariano Peralta memiliki nama lengkap Mariano Ezequiel Peralta Bauer lahir di Adrogue, Argentina, pada 20 Februari 1998.
Pemain berusia 28 tahun ini memiliki postur tubuh ideal setinggi 1,80 meter dan fasih beroperasi di sektor sayap kanan dengan mengandalkan dominasi kaki kanannya.
Saat ini, nilai pasar (market value) sang pemain berada di angka kisaran Rp10,43 miliar.
Perjalanan sepak bola Peralta ditempa di salah satu akademi terbaik Argentina, San Lorenzo.
Di sana, ia menimba ilmu dari kelompok umur U-20, promosi ke tim satelit (San Lorenzo II), hingga akhirnya sukses menembus tim utama pada musim 2019/2020.
Peralta sempat merasakan atmosfer kompetisi ketat saat dipinjamkan ke sesama klub Argentina, Union de Santa Fe, pada musim 2021/2022.
Setelah kontraknya habis bersama San Lorenzo pada Agustus 2023, ia sempat berstatus tanpa klub sebelum akhirnya berlabuh ke klub kasta utama Uruguay, CA Cerro.
Barulah pada Agustus 2024, manajemen Borneo FC jeli melihat bakatnya dan memboyong sang pemain ke Stadion Segiri, Samarinda.
Sejak mendarat di Indonesia, Peralta langsung menjelma menjadi ruh permainan Borneo FC.
Kemampuannya dalam menusuk dari sektor sayap dan melepaskan umpan matang membuatnya menjadi predator yang ditakuti lini belakang lawan.
(TribunJakarta.com/TribunJabar/TribunKaltim)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.