TRIBUNNEWS.COM - Kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, tampaknya masih sulit move on dari kegagalan timnya meraih gelar juara Super League 2025/2026. 

Meski harus puas sebagai runner-up, Nadeo tetap meyakini bahwa Pesut Etam adalah tim paling pantas menjadi juara musim ini.

Hal ini disampaikan Nadeo Argawinata pasca laga pekan terakhir kompetisi. 

Borneo FC memang mengakhiri musim dengan catatan impresif, namun gagal menjadi juara karena kalah head-to-head dari Persib Bandung meski sama-sama mengumpulkan 79 poin.

Dalam pernyataannya, Nadeo menegaskan kebanggaan terhadap perjuangan rekan-rekannya sepanjang musim. 

Menurutnya, pencapaian Borneo FC terlalu luar biasa untuk diabaikan.

Aksi kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata saat melawan Dewa United pada pekan ke-10 Liga 1, Sabtu (2/11/2024) malam WIB.
Aksi kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata saat melawan Dewa United pada pekan ke-10 Liga 1, Sabtu (2/11/2024) malam WIB. (Twitter @BorneoSMR)

"Saya rasa seluruh Indonesia juga tahu kalau Borneo FC di tahun ini sangat superior dan pantas untuk mendapatkan gelar juara," tutur Nadeo Argawinata, dikutip dari laman I.League, Selasa (26/5/2026).

Nadeo juga menyoroti berbagai rekor yang berhasil diukir tim asuhan Fabio Lefundes sepanjang musim.

Borneo FC menjadi tim paling produktif dengan mencetak 74 gol dari 34 pertandingan. 

Selain itu, mereka juga mengantongi jumlah kemenangan terbanyak dan sukses menciptakan rekor 11 kemenangan beruntun yang menjadi salah satu yang terbaik di liga.

"Secara statistik, secara rekor yang sudah kita capai, secara kemenangan yang sudah kita capai, siapapun pemain yang ada di dalam Best Eleven dan sebagainya dan sebagainya," lanjutnya.

Penutup Musim yang Dramatis

Pada pekan ke-34, Borneo FC tampil gemilang dengan membantai Malut United 7-1 di Stadion Segiri Samarinda. 

Namun, hasil itu tidak cukup karena Persib Bandung berhasil meraih hasil yang membuat mereka unggul head-to-head.

Meski demikian, Nadeo memilih tidak terlalu larut membahas hasil akhir pertandingan. 

Baginya, performa tim sepanjang satu musim lebih mencerminkan kualitas sebenarnya.

Kiper Timnas Indonesia tersebut menilai Borneo FC telah menunjukkan dominasi yang nyata. 

Dari permainan menyerang yang tajam hingga soliditas tim, Pesut Etam dinilai lebih unggul dibandingkan tim lain di liga.

Baca juga: Kisah Pahit Borneo FC di Liga 1, Dua Kali Nyaris Juara tapi Berakhir Patah Hati

Pelajaran Berharga untuk Musim Depan

Kiper Borneo FC Samarinda Nadeo Argawinata saat bergabung dalam sesi latihan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2024.
Kiper Borneo FC Samarinda Nadeo Argawinata saat bergabung dalam sesi latihan Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2024. (Twitter (X) Timnas Indonesia)

Kegagalan menjadi juara meski mendominasi statistik menjadi cambuk bagi Borneo FC. 

Nadeo berharap pengalaman pahit ini bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di musim mendatang.

Borneo FC sendiri memang memiliki fondasi yang sangat kuat untuk bersaing di level yang lebih tinggi, baik di kompetisi domestik maupun kancah Asia.

Ungkapan Nadeo yang masih "belum move on" ini mencerminkan betapa besarnya ambisi dan kekecewaan para pemain Borneo FC usai gagal juara. 

Meski gagal juara, perjalanan mereka musim ini berhasil mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia.

Selain itu, Borneo FC diprediksi akan kembali menjadi salah satu kekuatan utama di Super League musim 2026/2027.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.