TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tangan Joko masih tampak luwes memeriksa konstruksi kayu kerangka andong, berdampingan dengan putranya, Fatoni (43), yang kini mengambil alih kendali bengkel.

Di sudut Kabupaten Bantul, kolaborasi lintas generasi ini bukan sebatas urusan meneruskan roda bisnis keluarga semata.

Lebih jauh dari itu, bapak dan anak ini sedang memastikan bahwa estafet pelestarian andong di Yogyakarta tidak berhenti dan mati pada satu generasi.

Di tengah perkembangan transportasi modern yang semakin pesat, keberadaan andong sebagai kendaraan tradisional khas Yogyakarta terbukti menolak tunduk pada zaman.

Ia tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat, tidak sekadar menjelma menjadi simbol budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas pariwisata dan saksi bisu sejarah Jawa. 

Di balik eksistensi yang masih bertahan hingga kini, terdapat dedikasi para perajin di Jalan Monumen Perjuangan No. 12, Kertopaten, Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

Tempat tersebut dikenal luas sebagai Bengkel Andong Mbah Joko, sebuah usaha keluarga yang menorehkan jejak panjang dalam pembuatan kereta andong bermutu tinggi.

Meski tampuk kepemimpinan kini berada di pundak generasi kedua, harmonisasi kerja antara bapak dan anak tetap menjadi denyut nadi utama produksi bengkel ini.

Fatoni, yang kini menjadi ujung tombak pelestarian tersebut, menuturkan bagaimana proses transisi dan kolaborasi ini berjalan.

"Bengkel ini awalnya dirintis oleh Bapak, yang memang dikenal telaten dan berpengalaman dalam membuat berbagai jenis kereta kuda tradisional. Saat ini, saya mengambil peran untuk menjaga sekaligus mengembangkan usaha keluarga ini. Meski telah beralih kepemimpinan kepada saya, Bapak tetap aktif membantu proses produksi dan pengerjaan andong bersama-sama di bengkel," tutur Fatoni.

Keberlangsungan bengkel di Kertopaten ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan relevan apabila dirawat dengan komitmen yang kuat serta semangat regenerasi.

Tidak hanya sekadar mempertahankan romantisme tradisi masa lampau, Bengkel Andong Mbah Joko sukses membawa kualitas kerajinan lokal menuju pasar yang lebih luas, bahkan sanggup menembus pasar mancanegara.

Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Bupati Halim: Pancasila Adalah Jangkar Moral Hadapi Turbulensi Global

Menjaga Kualitas

Salah satu kekuatan utama yang membuat bengkel ini tetap berdiri tegak di tengah gempuran zaman terletak pada standar kualitas produk yang pantang dikompromikan.

Para pelanggan yang datang umumnya mencari presisi dan ketahanan yang telah menjadi ciri khas buatan Mbah Joko.

Mengenai rahasia daya tahan usaha keluarganya ini, Fatoni menjelaskan dengan sangat rinci bagaimana setiap detail pengerjaan dikawal ketat.

"Setiap andong dibuat dengan detail pengerjaan yang rapi, konstruksi yang kuat, serta sentuhan estetika khas kerajinan tradisional Jawa. Kualitas tersebut menjadi alasan utama mengapa pelanggan merasa puas dan terus mempercayakan pembuatan andong kepada bengkel ini. Reputasi ini dibangun selama bertahun-tahun, sehingga tidak sedikit pelanggan yang datang melalui rekomendasi dari mulut ke mulut," paparnya.

Adaptasi Pasar Tanpa Kehilangan Jati Diri

Bertahan puluhan tahun tentu membutuhkan lebih dari sekadar idealisme.

Kemampuan memahami kebutuhan pelanggan menjadi salah satu kunci sentral keberhasilan Bengkel Andong Mbah Joko.

Dengan tetap mengakar pada nilai tradisional namun bersikap terbuka terhadap tuntutan pasar modern, mereka berinovasi melalui diversifikasi layanan.

Langkah taktis ini memperlebar jangkauan pasar mereka. Bukan sekadar tempat merakit kendaraan baru, bengkel ini telah bertransformasi menjadi pusat perawatan andong yang diandalkan oleh berbagai pihak.

"Kami tidak hanya melayani pembuatan andong baru dari awal, tetapi juga menerima servis, perbaikan, hingga modifikasi andong sesuai kebutuhan pelanggan. Layanan tersebut menjadikan bengkel ini diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari individu pecinta budaya hingga pelaku usaha pariwisata yang membutuhkan andong sebagai sarana wisata," jelas Fatoni.

Reputasi yang baik dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan pada akhirnya menjadi modal penting dalam memperkuat pondasi bisnis mereka.

Kepercayaan yang dirawat secara konsisten menjadikan bengkel ini dikenal luas sebagai salah satu produsen andong paling berkualitas di Yogyakarta.

Bahkan, deretan pesanan dari luar daerah hingga luar negeri menjadi bukti tak terbantahkan bahwa kerajinan tradisional Indonesia memiliki daya saing yang tinggi di kancah global, apabila dikerjakan dengan serius dan penuh dedikasi.

Bengkel Andong Mbah Joko bukan hanya sekadar tempat perakitan kendaraan tradisional. Ruang kerja berdebu kayu itu adalah simbol nyata pelestarian budaya, ketekunan, dan kebanggaan lokal.

Dari sebuah bengkel sederhana di Bantul, warisan budaya andong terus melaju pesat, merawat cerita tentang tradisi dan kerja keras yang sukses memenangkan pasar global. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.