TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebiasaan minum alkohol berlebihan dan mengkonsumsi makanan ultra-proses berisiko terkena kanker hati. Makanan ultra-pross atau ultra-processed food (UPF) adalah produk pangan industri yang telah melewati serangkaian proses kompleks dan menggunakan bahan aditif seperti pengawet, pewarna, atau perasa buatan.
Makanan ini memiliki karakter tinggi kalori, gula, garam, dan lemak jahat tapi sangat minim nutrisi.
"Kanker hati dipicu oleh gaya hidup seperti kebiasaan minum alkohol yang bisa menjadi pemicu peradangan kronis dan sirosis menuju kanker. Kanker hati juga bisa berasal dari virus tertentu seperti virus Hepatitis B dan C yang diturunkan orangtua ke anak," ungkap Dr. Hairol Azrin, Spesialis Bedah Umum Hepatobilier & Pankreas Medical Center dari Rumah Sakit Sunway, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dokter Hairol mengatakan, sebanyak 80 persen kanker hati dipengaruhi atau terkait dengan hepatitis B. "Kebanyakan makan makanan berproses atau processed food bisa memicu kanker hati," kata dokter Hairol di acara MediOne Gathering di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Baca juga: Pertama di Dunia, Jepang Setujui Obat Virus untuk Kanker Esofagus, Penjualan Dimulai Musim Panas
Pemicu kanker hati lainnya adalah obesitas. Dia menjelaskan, mengkonsumsi alkohol berlebihan mendatangkan efek racun yang memicu kerusakan hati. Lemak yang menumpuk berlebih di hati, juga virus hepatitis B dan C. Virus ini dapat menyebabkan kerusakan kronis hati selama bertahun-tahun dan meningkatkan resiko kanker hati," ungkap Dr. Hairol Azrin.
Jika penanganan dan pengobatannya terlambat, kanker hati menyebabkan hati menjadi rusak.
"Kanker hati membuat hati menjadi rusak, hati menjadi tidak berfungsi. Gejala ditandai, semisal mata menjadi berwarna kuning. Pengobatan hepatitis B, dapat mengurangi virus. Dilakukan dengan pemeriksaan darah. Jika virus dalam darah tinggi, kerusakan hati menjadi lebih cepat. Hepatitis C, bisa sembuh," sebutnya.
Karena itu, upaya pencegahan jauh lebih baik. Antara lain melalui diagnosis awal lewat USG. Dia mengatakan, umumnya pasien yang melakukan pengobatan kanker hati kondisinya stadium lanjut, termasuk pasien dari Indonesia.
"Upaya mencegah kanker hati bisa dilakukan antara lain dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, tidak mengkonsumsi makanan ultraproses, dan tidak minum alkohol serta rajin olahraga," imbuhnya.
Di Malaysia, kanker hati merupakan penyakit nomor 7 paling banyak ditemukan pada pasien dan merupakan penyakit silent killer (pembunuh diam-diam) pada penderitanya dan kerap terlambat disadari untuk penanganannya.
Gejalanya Sulit Dibedakan dengan Mag
Dokter Hairul juga mengatakan, bagi sebagian orang, kanker hati sulit dibedakan gejalanya dari sakit mag karena sakitnya di ulu hati. "Kalau tidak di USG, tidak akan diketahui dan akan terlambat penanganannya," sebutnya.
Dia mengatakan, hati merupakan organ paling besar di badan manusia dan bersifat istimewa karena karakternya yang bisa tumbuh, berbeda jika dibandingkan dengan jantung dan lain-lain.
"Hati yang dipotong bisa tumbuh. Jika ada anggota keluarga yang hatinya dipotong karena kanker, itu bisa ditransplantasi dengaan hati orang lain. Itulah istimewanya hati," sebut Dokter Hairol Azrin.
Namun untk transplantasi hati ini membutuhkan donor. Dia mengatakan, di Malaysia tidak banyak orang yang bersedia mendermakan hatinya ke orang lain untuk ditransplantasikan.
Karena itu, kebutuhan donor transplantasi hati biasanya diambilkan dari korban kecelakaan.
Posisi hati juga unik. Dia berada di atas kanan dan dilindungi oleh tulang rusuk.
"Hati penting dan banyak fungsinya karena menghasilkan air empedu untuk mengurai minyak dan lemak serta santan yang setiap hari dikonsumsi. "Semua darah dalam badan masuk ke hati dulu untuk dibersihkan," sebutnya.
Banyak Melanda Pria
Penyakit kanker hati banyak melanda pria. "Incident rate kanker hati pada perempuan 3,3 dan pada pria 8,7 dan sebanyak 3,6 persen penyakit kanker adalah kanker hati," sebut dokter Hairol Azrin.
Karena penyakit ini kerap terlambat disadari datangnya yang menyebabkan penanganan yang terlambat, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dini.
"Kanker hati mendapat julukan "silent killer", pasien baru menyadari ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut dan peluang penanganan menjadi terbatas," jelas dokter Hairol.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.