TRIBUN-MEDAN.com - Pemuda tewas ditikam pacar di sebuah rumah kos di Kompleks SMU 4, Jalan Beringin, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (9/6/2026) sore hari.
Korban berinisial JL sempat keluar kamar sambil memegangi lehernya yang terluka.
Saat itu, pelaku berinisial AR (30) sempat keluar dari kamar kosnya untuk meminta tolong penghuni kos lainnya.
Baca juga: BAHLIL Bantah Blackout di Pula Jawa Gegara Pasokan Batu Bara Semakin Tipis: Masalah Pada Pembangkit
Korban pun sempat diberikan kain untuk menahan darah yang mengucur dari tubuhnya.
Namun sayang, JL meninggal, nyawanya tak terselamatkan.
Kronologi
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Alamsyah Ali mengungkapkan, sekira pukul 17.20 WIT, sejumlah penghuni kos dikejutkan dengan suara teriakan histeris minta tolong yang bersumber dari arah kamar korban.
Tak lama kemudian, saksi di lokasi melihat korban JL keluar dari kamarnya sembari memegang lehernya yang sudah bersimbah darah.
Korban berjalan terhuyung-huyung berusaha mencari pertolongan dari tetangga kosnya.
Baca juga: Jelang Porprov Sumut 2026, KONI Medan Petakan Peluang Medali
"Korban ini sempat ditolong penghuni kos lain dengan memberikan pakaian untuk menekan pendarahan, namun akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri di depan rumah kos," terang AKP Alamsyah Ali saat memberikan keterangan kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (10/6/2026).
Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Dari hasil pemeriksaan awal tim medis dan kepolisian, ditemukan luka robek parah akibat senjata tajam pada leher sebelah kanan dan dada sebelah kiri korban.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan sejumlah luka lecet dan bekas cakar di sekujur tubuh pemuda malang tersebut.
Saat melakukan olah TKP di dalam kamar kos yang menjadi saksi bisu peristiwa itu, Tim Identifikasi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting.
Di antaranya adalah tiga unit telepon genggam (HP), dokumen identitas, gunting kecil, gagang pisau, hingga patahan pisau dapur yang diduga kuat dipakai untuk menghabisi nyawa korban.
Jenazah JL sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara TK. II Jayapura guna keperluan visum dan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Pelaku Dirawat di RS
Sementara itu pelaku AR (30) dilaporkan masih menjalani perawatan medis intensif akibat luka-luka yang juga dialaminya saat kejadian.
Meski dirawat di rumah sakit, AR dipastikan berada dalam pengawasan dan penjagaan ketat aparat kepolisian.
Pihak penyidik menegaskan masih terus mendalami keterangan saksi-saksi dan memeriksa barang bukti demi mengungkap kronologi utuh serta motif asli di balik duel maut sepasang kekasih ini.
Baca juga: FPTI Medan Kecewa Pemko Kutip Retribusi Wall Climbing Kebun Bunga, Khawatir Minat Atlet Menurun
AKP Alamsyah Ali mengimbau agar segenap lapisan masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing menyebarkan informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami akan mengungkap fakta secara jelas demi memberikan kepastian hukum dan menjaga ketertiban," pungkas Kasat Reskrim.
(*/tribun-medan.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.