TRIBUNJATENG.COM, PEKANBARU - Cerita memilukan dialami dua anak bawah umur yang mengaku dipekerjakan secara paksa oleh orangtuanya.
Tak hanya mereka, cucu tiri dari pasangan suami istri (pasutri) di Pelalawan Riau ini pun bernasib serupa.
Mereka harus bekerja mencari uang menjadi pengamen, pengemis, hingga manusia silver. Setiap anak wajib setor Rp250 ribu per harinya.
Baca juga: Sosok Pria 27 Tahun Pembakar Rumah Orangtuanya di Pati: Pernah Dipenjara Kasus Pembacokan
Mendengar pengakuan tersebut, polisi lantas menangkap pasutri MK dan SM karena mengeksploitasi anak di bawah umur.
Aksi tersebut terjadi di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Pasutri tersebut mempekerjakan dua anak kandungnya sendiri menjadi "manusia silver" dan pengamen.
Selain itu, satu orang cucu tirinya dijadikan oleh pasutri tersebut sebagai pengemis.
Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua mengatakan, kedua pelaku saat ini berada di Polsek Pangkalan Kerinci untuk dilakukan pemeriksaan.
"Pasutri ini mengeksploitasi tiga anak yang masih di bawah umur. Para korban disuruh mencari uang dengan cara jadi "manusia silver", mengemis, dan mengamen di lampu merah," kata Kombes Pol Hasyim seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (14/6/2026).
Dua anak kandung pelaku, berusia 11 tahun dan 9 tahun. Sementara satu cucu tirinya berusia 9 tahun.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasutri tersebut memaksa ketiga korban untuk mencari uang di jalan.
Eksploitasi anak itu sudah berjalan selama tujuh bulan, sejak pelaku dan korban pindah ke Pangkalan Kerinci.
• Geger Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Selokan Arteri Weleri Kendal, Ini Ciri-cirinya
Para korban dipaksa bekerja dari pukul 15.00 hingga pukul 22.00.
"Para korban disuruh cari target uang Rp250.000 per orang per hari. Berarti Rp750.000 sehari harus dicari oleh ketiga korban," ungkap Kombes Pol Hasyim.
Kombes Pol Hasyim menjelaskan, kasus ini terungkap saat warga melihat anak-anak di bawah umur yang menjadi "manusia silver" dan mengemis di lampu merah jalan lintas timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci pada Jumat (12/6/2026) pukul 20.00.
Warga kemudian membawa ketiga anak itu ke Polsek Pangkalan Kerinci agar diungkap siapa yang mempekerjakan mereka.
Saat ditanya polisi, ketiga anak tersebut mengaku disuruh orangtuanya untuk bekerja mencari uang.
"Ternyata mereka malam itu belum pulang, karena takut dimarahi oleh pelaku jika target uang belum didapat."
"Mereka juga mengaku akan dipukul oleh pelaku SM (ibunya)," kata Kombes Pol Hasyim.
Setelah mendengar pengakuan anak-anak, Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Shilton bersama anggotanya melakukan penangkapan terhadap pasutri tersebut. (*)
Sumber Kompas.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.