TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Di pesisir Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, tersimpan permata pasir putih yang membentang sejauh 6-8 kilometer.

Pasir putih yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat menampung sampah laut di Desa Bondo, kini disulap menjadi tempat wisata unik yang menyimpan potensi alam.

Pantai Bondo memiliki daya tarik khas dengan letak garis pantai melengkung sejauh 8 kilometer.

Pantai ini memiliki ciri khas pasir putih, layaknya Pantai Bandengan dan pantai-pantai yang ada di Karimunjawa dan Bali.

Di tepi pantai tertata rapi tempat duduk untuk bersantai lengkap dengan beberapa kedai atau kafe yang berjejer rapi.

Pengunjung bisa menikmati langsung suasana pantai, termasuk menikmati sunset dan sunrise sembari menikmati makanan di atas pasir putih.

Suasana di Pantai Bondo juga cukup mendukung dijadikan sebagai tempat bersantai melepas penat pekerjaan.

Angin pantai yang berhembus tidak terlalu kencang, memberikan efek sejuk untuk dinikmati di kala pagi, sore, dan malam hari.

Saat siang hari, suasana pantai cukup panas, khususnya ketika musim kemarau.

Namun, pengelola pantai sudah menyiapkan tempat-tempat khusus di kedai dan kafe sebagai fasilitas pendukung agar pengunjung tetap nyaman sembari menikmati kuliner.

Ciri khas dari Pantai Bondo yang tidak dimiliki pantai-pantai lain adanya budidaya rumput laut yang membentang luas 20 hektare di permukaan laut Bondo.

Bahkan budidaya ini menjadi salah satu spot destinasi wisata edukasi bagi wisatawan.

Setiap pengunjung bisa langsung melihat bagaimana proses budidaya rumput laut langsung di laut lepas.

Bahkan, masyarakat sekitar kini sudah bisa menyuguhkan aneka olahan khas rumput laut dengan berbagai produk jadi. Seperti bronis rumput laut, pukis, jajanan stik, permen, dan kerupuk rumput laut.

Bagi penikmat dan pecinta kopi, pengunjung dimanjakan dengan satu hidangan khas bernama kopi rumput laut.

Kopi jenis ini tentunya sudah melalui proses pengolahan yang panjang hingga benar-benar aman dikonsumsi, dibuat layaknya produk olahan lain dengan bahan baku rumput laut.

*Pantai Bondo, Destinasi Yang Bertahan Atas Gempuran Abrasi*

Penggiat Wisata Pantai Bondo, Nanang Cahyo Hadi bercerita, satu misi utamanya adalah menyulap Pantai Bondo menjadi destinasi wisata berkelanjutan.

Pantai Bondo kini mulai ditata bak pantai-pantai di Bali. Di mana tempat wisata pantai tidak hanya berlokasi di pinggir laut saja.

Lebih dari itu, wisatawan juga bisa dimanjakan dengan layanan pendukung lain sebagai satu kesatuan manajemen wisata.

Saat ini, Pantai Bondo sudah terintegrasi dengan beragam kuliner khas yang dioleh para penduduk perempun sekitar. Mulai dari pengolahan ikan, kerajinan, hingga pengolahan budidaya yang dikembangkan masyarakat.

Kini berwisata di Pantai Bondo tidak hanya menikmati pasir putih tepi laut saja, wisatawan juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas lain seperti snorkeling, jelajah laut dengan perahu nelayan melihat budidaya rumput laut, dan bisa melihat langsung bagaimana proses pengolahan produk-produk olahan yang dihasilkan.

Seiring berjalannya waktu, Pantai Bondo menghadapi fenomena alam yang tidak bisa dihindari bernama abrasi.

Pantai tersebut pun kini masih bertahan meski berulang kali digempur abrasi. Meski bibir pantai yang sebelumnya membentang cukup luas, kini mulai terkikis menyisakan beberapa meter saja.

*Warung Kopi Penggerak Wisata*

Hadirnya Pantai Bondo tidak serta merta muncul begitu saja.

Garis pantai di Desa Bondo sedianya sudah tercipta puluhan bahkan ratusan tahun silam.

Namun, kesadaran masyarakat melek pariwisata tak kunjung muncul.

Gerakan peduli lingkungan pantai itu akhirnya muncul sejak 2009 yang diinisiasi Nanang Cahyo Hadi.

Melihat pantai yang terbengkalai dan tak terurus, Nanang mulai terjun memungut sampah satu per satu yang menghiasi pantai.

Pada mulanya, gerakan itu dilakukan sendiri. Seiring berjalannya waktu, para pemuda desa setempat berhasil dirangkul untuk menghidupkan potensi pantai sebagai destinasi wisata.

Mereka membutuhkan waktu kurang lebih 6 tahun mulai dari 2009 - 2015 untuk menyulap Pantai Bondo bersih dan layak dikunjungi.

"2016 saya mulai inisiasi penataan pantai. Itu setelah pantai bersih, pasir putihnya cukup bagus menjorok ke laut hingga 25 meter. Kelihatan panjang dan luas, sekarang tinggal separonya," terang dia, Senin (22/6/2026).

Hadirnya Pantai Bondo tidak terlepas peran Kelompok Pengawas Masyarakat bernama Jinxkings sejak 2009.

Mengusung tagline bagimana segelintir warga bisa merubah masyarakat luas agar peduli dan sadar wisata.

Baca juga: Banjarnegara Siaga Darurat Bencana Kekeringan selama 3 Bulan

Pantai Bondo pernah dikenal sebagai Pantai Bandulan dengan ikon bandulan di salah satu sudut pantai.

Pantai ini juga pernah dikenal sebagai Pantai Love yang menjadi jujukan pasangan muda-mudi.

Bahkan, Pantai Bondo juga pernah menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Terbukti dengan hadirnya wisatawan dari luar negeri pada awal Pantai Bondo terbentuk dengan suasana layaknya pantai-pantai di daratan Bali.

Untuk memajukan pantai, para penggiat wisata pun lantas menggandeng kaum remaja sadar wisata dengan membangun kedai atau warung kopi penggerak wisata.

Kedai-kedai itu bahkan sudah tertata rapi di tepian pantai. Menyambut para pengunjung sebagai bagian dari pelayan wisatawan.

Seiring berjalannya waktu, pelaku usaha kedai kopi bekerjasama dengan penduduk sekitar untuk menampilkan sekaliguh menyuguhkan aneka kuliner khas Desa Bondo.

Gerakan tersebut kemudian menjadi awal lahirnya masyarakat Bondo peduli lingkungan dan sadar wisata.

Penataan awal pantai dimulai 2016-2019 dengan menyulap kawasan pantai menjadi tempat bersantai sejenak.

Limbah kayu dari laut disulap menjadi meja dan kursi sederhana. Mengusung konsep tempat bersantai di atas pasir putih Pantai Bondo.

Saat ini, pengelola Pantai Bondo tengah menyiapkan konsep paket wisata terintegrasi.

Mulai dari menikmati suasana alam pantai, ngecamp atau bermalam di pantai, mancing di laut, snorkeling, bakar-bakar ikan laut, hingga edukasi budidaya rumput laut dan pengolahannya.

Paket wisata ini diharapkan bisa siap pada tahun ini, agar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat luar.

"Di Pantai Bondo juga sudah ada enam penginapan dan homestay. Kami sedang melakukan penataan, agar nantinya juga ada tempat khusus oleh-oleh wisata Pantai Bondo," tuturnya. (Sam)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.