Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Politeknik Negeri Bandung (Polban) terus memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja melalui program pelatihan dan uji berbasis kompetensi.
Kepala Unit Penunjang Akademik Layanan Uji Kompetensi Polban, Heri Budi Utomo, mengatakan lembaga sertifikasi profesi (LSP) Polban telah mengantongi lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sejak 2018.
Selain itu, lembaga pelatihan kerja (LPK) Polban juga telah terakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA LPK) Kementerian Ketenagakerjaan untuk bidang teknik sipil.
"Saat ini baru Teknik Sipil yang terakreditasi. Namun kami sedang mempersiapkan sekitar 39 program studi lainnya agar dapat mengikuti proses akreditasi," ujar Heri, kepada Tribunjabar.id, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, sejumlah program studi yang menjadi prioritas pengembangan antara lain Teknik Elektro, Teknik Refrigerasi dan Tata Udara, Pariwisata, Tata Niaga , Teknik Mesin, Akuntansi, Teknik Komputer dan informatika, Bahasa Inggris hingga program studi pascasarjana.
Heri menjelaskan, keberadaan pelatihan berbasis kompetensi menjadi penting karena mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan pendidikan vokasi.
Ia menilai kurikulum perkuliahan dan kebutuhan dunia kerja masih memiliki perbedaan sehingga diperlukan pelatihan yang mengacu langsung pada seluruh unit kompetensi /standar kompetensi kerja yang tercantum skema sertifikasi kompetensi yang terlisensi dari BNSP dan terakreditasi dari LA LPK Kementrian Tenga Kerja.
Melalui pelatihan dan uji kompetensi tersebut, Polban berupaya memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan dan kebutuhan industri.
Dia menjelaskan, sebelum mengikuti uji kompetensi di LSP Polban, mahasiswa diwajibkan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi terlebih dahulu.
Setelah menyelesaikan pelatihan, mahasiswa akan memperoleh sertifikat pelatihan berbasisi kompetensi dan sertifikat mikro kredensial sebagai bukti telah menguasai keterampilan tertentu.
Dikatakannya, pelatihan dilaksanakan melalui kelas-kelas khusus di luar perkuliahan reguler. Mahasiswa yang mendaftar akan dikelompokkan sesuai skema sertifikasi yang dipilih, kemudian mengikuti pelatihan sesuai jadwal yang telah disusun.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polban dalam mendukung penerbitan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan saat memasuki dunia kerja.
Heri memastikan mahasiswa tidak perlu khawatir terhadap pengakuan sertifikasi yang diperoleh. Pasalnya, LSP Polban merupakan LSP P1 atau Lembaga Sertifikasi Profesi pihak pertama pendidikan yang berlisensi resmi dari BNSP.
"LSP Polban mendapatkan lisensi langsung dari BNSP sehingga sertifikasi yang diterbitkan memiliki pengakuan nasional,internasional sedangkan LPK Polban mendapatkan akreditasi dari LA LPK Kementrian tenaga kerja dan dapat menjadi bekal lulusan untuk bersaing di dunia usaha maupun dunia industri serta dunia kerja," tuturnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.