Jakarta (ANTARA) - Badan Layanan Umum (BLU) Museum dan Cagar Budaya (MCB) Kementerian Kebudayaan mencatat kunjungan ke museum naik 13,15 persen pada musim libur sekolah Juli 2026 dibandingkan musim yang sama tahun lalu.


"Jumlah kunjungan ke unit yang dikelola penuh oleh Museum dan Cagar Budaya saat musim liburan Juli 2026 adalah sebanyak 118.510 pengunjung, meningkat dibandingkan tahun 2025 sebanyak 104.733 pengunjung," ujar Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.


Peningkatan itu menurut Esti merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan secara bersamaan, mulai dari pengembangan program publik, penyelenggaraan pameran, kolaborasi dengan berbagai mitra, hingga inovasi layanan kepada pengunjung, termasuk kehadiran program Museum Passport.



Museum Passport, Esti menjelaskan, menjadi salah satu inisiatif yang mendapat antusiasme positif dari masyarakat dan turut mendorong minat untuk mengunjungi museum. Saat ini MCB belum melakukan kajian khusus untuk mengukur secara kuantitatif seberapa besar kontribusi program tersebut terhadap kenaikan jumlah kunjungan ke museum.






Saat ini terdapat 16 museum yang dikelola oleh MCB yang sudah menyediakan stempel di lokasi, sebagai bentuk partisipasi terhadap program Museum Passport.


Museum Passport memberikan sejumlah manfaat bagi pemiliknya. Di dalamnya terdapat voucher gratis masuk ke 9 museum dan satu cagar budaya yang dikelola MCB.


Selain itu, bagi pengunjung yang berhasil mengumpulkan seluruh stempel dari museum-museum MCB, telah disiapkan suvenir menarik sebagai bentuk apresiasi.


Kementerian Kebudayaan memperkenalkan program Museum Passport pada Mei untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan cara baru berwisata ke museum.


Saat ini museum yang berpartisipasi dalam program Museum Passport antara lain ialah Museum Nasional Indonesia, Museum Batik Indonesia, Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Ngebung, Galeri Nasional Indonesia, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Majapahit, Rumah Bung Karno, Museum Perjuangan Yogyakarta dan Museum Song Terus.