BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Adanya program deep learning dengan pendekatan atau model pembelajaran yang mengoptimalkan kurikulum merdeka dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menyebabkan buku pelajaran yang digunakan untuk siswa juga mengalami perubahan.
Tampaknya setiap sekolah memiliki kebijakan yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan siswa berupa buku pelajaran. Ada yang siswa membeli ada juga pihak sekolah yang membeli menggunakan dana BOS secara bertahap.
Ahmad salah satu orangtua wali murid dari siswa MTsN 2 Amuntai mengatakan anaknya baru masuk kelas VII dan membeli buku paket baru untuk seluruh mata pelajaran.
“Harganya lebih satu juta tapi bisa dicicil pembayarannya, untuk siswa yang kurang mampu juga bisa gratis dengan adanya surat keterangan kurang mampu,” ujar warga Kelurahan Sungai Malang ini, Selasa (11/8/2026).
Buku tersebut untuk satu tahun pembelajaran, selain materi ada juga soal latihan siswa, menurut Ahmad kualitas buku bagus dan anaknya juga tidak ada keluhan sejak menggunakan.
Materi pada buku pelajaran juga berbeda dengan tahun sebelumnya, sehingga tidak bisa menggunakan buku di tahun lalu.
Baca juga: Imbas Puskesmas di Pihanin Raya HSS Ambruk, Satu Rumah Warga Ikut Rusak, Pemilik Mengungsi
Ukuran tulisan buku juga tidak terlalu kecil menurutnya, siswa masih bisa dengan mudah membaca buku pelajaran.
Berbeda dengan SDN Murung Sari 1 yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli buku pelajaran. Pembelian secara bertahap, saat ini untuk kelas III dan IV dengan total siswa dari dua kelas tersebut sekitar 65 siswa.
Kepala SDN Murung Sari 1 Rina Emilyana mengatakan sementara yang diberlakukan untuk mata pelajaran deep learning masih dua kelas.
“Kami menggunakan anggaran sekitar Rp 30 juta untuk pengadaan buku, buku pelajaran yang diserahkan ke siswa boleh dibawa pulang dengan catatan dijaga dengan baik,” ujarnya.
Pembelian buku langsung ke penerbit melalui Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) platform daring resmi dari Kementerian Pendidikan.
“Pengadaan akan kami lakukan secara bertahap, tidak semua Dana BOS bisa digunakan karena ada program lain juga yang menggunakan sumber anggaran tersebut,” ujarnya.
Sementara untuk kelas 1, 2 dan 3 masih menggunakan buku pelajaran yang lama. Untuk buku baru yang belum satu minggu datang ini kualitas bukunya bagus, kertasnya putih dan tulisannya jelas tidak buram.
(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.