Bagi Anda yang merasa kesepian dan memiliki permasalahan mental, jangan menunda untuk meminta pertolongan profesional.

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jembatan Barelang di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyita perhatian setelah insiden warga terjun dari salahsatu ikon di Kota Batam itu.

Seorang wanita bernama Natalia Br Butar Butar dilaporkan selamat setelah terjun dari Jembatan Barelang pada Selasa (25/8/2026) sekira pukul 03.40 WIB.

Perempuan yang diketahui lahir di Kota Batam, 25 Desember 2006 itu ditemukan dekat Pulau Akar, sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dari Jembatan I Barelang.

Pulau kecil berpenduduk ini terletak sangat dekat dengan kawasan jembatan ikonik di Batam tersebut.

Jembatan I Barelang atau dikenal dengan Jembatan Tengku Fisabilillah adalah jembatan dengan tinggi 118 meter di atas permukaan pilar/lantai dasar struktur, dengan panjang jembatan mencapai 642 meter.

Tak hanya menjadi ikon Kota Batam, Jembatan Barelang menjadi penghubung Pulau Batam dengan sejumlah pulau lain di Rempang dan Galang.

Nama Barelang sendiri merupakan singkatan dari Batam, Rempang dan Galang.

Baca juga: Ikhtiar Bunuh Diri Bisa Dihentikan, RoS Guyur Jembatan Barelang dengan 5.000 Liter Air Ruqyah

Tubuh wanita 20 tahun itu dibawa dengan kapal pompong milik nelayan, lalu dibopong petugas kepolisian ke gazebo kawasan tempat wisata Tanjung Penarik.

Kawasan wisata Tanjung Penarik berada kawasan di bawah Jembatan I Barelang yang berada di pinggir pantai laut Barelang.  

Sekira pukul 08.30 WIB petugas langsung membawa Natalia ke rumah sakit terdekat.

TribunBatam.id mencatat setidaknya terdapat 3 kasus warga terjun dari Jembatan Barelang hingga memasuki akhir Agustus 2026.

Dua diantaranya dilaporkan selamat.

Selain itu, terdapat satu kasus wanita yang dilaporkan nyaris terjun dari Jembatan Barelang.

Berikut 4 Kasus Insiden di Jembatan Barelang, Batam

Sabtu, 21 Februari 2026

Seorang pria di Batam bernama Setia Budi (24) dilaporkan terjun dari Jembatan 3 Barelang Batam, Rabu (18/2/2026).

Tim SAR gabungan menemukan jasad pria di Batam itu pada pencarian hari keempat, atau Sabtu (21/2/2026) sekira pukul 10.50 WIB.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Ruqyah Akbar di Jembatan Barelang Batam Disambut IASP, Dianggap Upaya Tekan Risiko Bunuh Diri

Kondisi tubuhnya masih utuh. 

Hanya saja sudah membengkak setelah beberapa hari berada di laut.

Jembatan III Barelang atau Jembatan Raja Ali Haji yang memiliki panjang 270 meter, menghubungkan Pulau Nipah dan Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Waktu tempuh berkendara dari Jembatan 1 Barelang (Jembatan Tengku Fisabilillah) ke Jembatan 3 Barelang (Jembatan Raja Ali Haji) adalah sekitar 4 menit melewati rute Jalan Trans Barelang

Kepala Basarnas Tanjungpinang melalui Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius Sembiring mengatakan, jasad korban ditemukan 1 mil dari lokasi korban terjun.

"Selanjutnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri," katanya.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga yang melihat seseorang melompat dari jembatan.

Petugas kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih pria tersebut bersama sejumlah warga.

"Ada cewek nangis-nangis tadi bilang kalau pacarnya bernama Budi melompat dari Jembatan 3, kejadiannya sekitar pukul 6 sore mau maghrib," ujar sumber kepada Tribun Batam, Rabu lalu.

Selanjutnya, wanita tersebut dibawa ke kantor Bakamla untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari keterangan sementara, pria yang diduga lompat tersebut memang sering mengancam akan bunuh diri ketika terjadi pertengkaran.

"Kata pacarnya, sebelum-sebelumnya gitu juga, kalau lagi cekcok sering-sering ngancam gitu, mau bunuh diri gitu," ujarnya. 

Sementara itu, Danpos Ditpam BP Batam Jembatan Barelang, Blasius, membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Benar, ada kejadiannya, saat ini mereka masih di Bakmala. Sementara kalau dari keterangan pacarnya mereka berdua di situ, berdua sendiri di situ," ujar Blasius saat dikonfirmasi di hari kejadian. 

Kamis, 19 Maret 2026

Personel Pos Pengamanan (Pos Pam) Jembatan 1 Barelang Batam, Kamis (19/3/2026) mendadak geger terhadap aksi seorang wanita muda yang hendak terjun dari atas Jembatan Barelang. 

Petugas posko langsung mendatangi jembatan dan membujuk korban agar tidak melakukan aksinya, terjun dari atas Jembatan Barelang. 

Perempuan berinisial C (21) tersebut diduga dalam kondisi emosional tidak stabil saat memesan ojek online dari wilayah Bengkong menuju Jembatan 1 Barelang sekira pukul 19.30 WIB.

Di tengah perjalanan, pengemudi ojek online mencurigai gelagat korban.

Setelah mendengar percakapan telepon yang berisi tangisan serta pernyataan agar dirinya tidak dicari lagi. 

Merasa situasi tersebut berpotensi membahayakan, pengemudi kemudian berinisiatif membawa korban ke Pos Pam 909 K Square untuk meminta bantuan petugas.

Di lokasi tersebut, personel kepolisian telah berupaya melakukan pendekatan secara persuasif agar korban mengurungkan niatnya menuju Jembatan Barelang. 

Namun, korban tetap bersikeras melanjutkan perjalanan.

Mendapat laporan itu, personel Pos Pam Jembatan 1 Barelang langsung meningkatkan kesiapsiagaan. 

Sekira pukul 20.22 WIB, saat korban melintas di depan pos, petugas dengan sigap menghentikan kendaraan ojek online tersebut dan segera mengamankan korban.

Di Pos Pam Jembatan 1 Barelang, petugas melakukan pendekatan humanis dan komunikasi intensif untuk menenangkan kondisi psikologis korban. 

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga segera menghubungi keluarga serta rekan korban agar dapat memberikan dukungan langsung.

Berkat upaya tersebut, wanita di Batam akhirnya berhasil diyakinkan untuk tidak melanjutkan aksi berbahaya. 

Situasi di kawasan Jembatan 1 Barelang pun tetap aman dan kondusif saat itu.

Selasa, 31 Maret 2026

Mario Sariando Hutagalung, seorang pria di Batam bikin geger setelah dilaporkan melompat dari jembatan 1 Barelang Batam, Selasa (31/2026) malam. 

Pria ini ditemukan dalam kondisi selamat meski sedikit shock, dan kondisinya berangsur membaik. 

Hanya sedikit shock, setelah berhasil berenang, melawan arus laut ke tepian pantai jembatan Barelang. 

Pria ini kembali ke darat setelah ditemukan nelayan yang tengah melaut, memancing di seputar perairan jembatan Barelang. 

"Sudah ditemukan tadi malam, langsung di evakuasi. Di bawa ke RS Embung Fatimah. Kondisinya sehat, hanya sedikit terlihat shock," ujar Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius, Selasa (31/3) malam. 

Kata dia, korban ditemukan sekira pukul 22.35 WIB di sekitar pantai Hotel Harris Ressort setelah dilaporkan terjun pukul 19.30 WIB. 

Pria ini ditemukan nelayan sekitar yang sedang melaut, saat itu pria ini berteriak minta tolong dengan kondisi tubuh lemas. 

Nelayan itu sempat kaget mendengar suara rintihan minta tolong. 

Beruntung nelayan itu telah mengetahui adanya kejadian sehingga tak panik. 

Bahkan, dalam video yang diterima memperlihatkan kekesalan nelayan mempertanyakan kenapa pria itu nekat loncat dari jembatan. 

Nelayan itu kemudian mengevakuasi korban ke darat untuk diserahkan ke petugas SAR. 

Informasi dari petugas menyampaikan, pria itu selamat setelah berusaha keras berenang melawan arus menggapai cahaya lampu yang terlihat di daratan. 

Sebelumnya di laporkan aksi seorang pria terjun bebas dari atas Jembatan 1 Barelang Batam, Selasa (31/3) malam. 

Korban diketahui bernama Mario Sariando Hutagalung. Seorang karyawan swasta di Batam. 

Dari informasi yang dihimpun, sebelum korban Mario loncat dari atas jembatam 1 Barelang, ia meninggalkan tanda identitas diri name tag perusahaan tempat ia bekerja. 

Bad nama itu bertuliskan PT Batam Winsen Berjaya. 

Di balik kartu nama, korban menuliskan sepucuk kertas bertuliskam "I Love Mother" dan mencantumkan nomor telepon. Korban berharap agar menghubungi nomor telepon yang tertera. 

Tak hanya itu, lebih dalam lagi ada pesan menohok layaknya wasiat terakhir dari korban. 

Berikut pesannya: 

Mario Sarlando

“bit, klo kau tengok chat ku ini mungkin udah ga ada lagi aku di dunia ini, gausah kau pikirin aku mati kek mana, mungkin ini lah jalan terbaik, ga bisa aku cerita ke siapa”, tapi aku cuman minta tolong bit, tolong bilang sama mamaku sayang kali aku sama mamaku, bilang supaya ga dipikirin aku, bilang sama Frengki, bima, terima kasih tau udah pernah bantu aku di saat yang sulit, sama kau makasi banyak udah pernah hadir di hidup ku walau cuman bentar tapi kau paling menyentuh hati ku, bilang sama mamaku klo ada kehidupan selanjutnya aku masih mau jadi anak mamaku, sekali lagi see you in the next life. bilang sama mamaku jangan dipikirin aku ya bit, sejuta sayang buat mamaku bit harus kau sampaikan ya."

Selasa, 25 Agustus 2026

Insiden terbaru di Jembatan Barelang tercatat pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Seorang wanita bernama Natalia Br Butar Butar dilaporkan selamat setelah terjun dari Jembatan Barelang pada Selasa (25/8/2026) sekira pukul 03.40 WIB.

Perempuan yang diketahui lahir di Kota Batam, 25 Desember 2006 itu ditemukan dekat Pulau Akar, sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dari Jembatan I Barelang.

Pulau kecil berpenduduk ini terletak sangat dekat dengan kawasan jembatan ikonik di Batam tersebut.

Jembatan I Barelang atau dikenal dengan Jembatan Tengku Fisabilillah adalah jembatan dengan tinggi 118 meter di atas permukaan pilar/lantai dasar struktur, dengan panjang jembatan mencapai 642 meter.

Tak hanya menjadi ikon Kota Batam, Jembatan Barelang menjadi penghubung Pulau Batam dengan sejumlah pulau lain di Rempang dan Galang.

Nama Barelang sendiri merupakan singkatan dari Batam, Rempang dan Galang.

Tubuh wanita 20 tahun itu dibawa dengan kapal pompong milik nelayan, lalu dibopong petugas kepolisian ke gazebo kawasan tempat wisata Tanjung Penarik.

Kawasan wisata Tanjung Penarik berada kawasan di bawah Jembatan I Barelang yang berada di pinggir pantai laut Barelang.  

Sekira pukul 08.30 WIB petugas langsung membawa Natalia ke rumah sakit terdekat. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah/Beres Lumbantobing)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.