Jakarta -

Larasati Aulia Shafira Damayanti tidak gentar mewujudkan mimpinya meski terhalang kondisi ekonomi. Kerja kerasnya akhirnya berbuah manis saat menerima pengumuman diterima sebagai mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung.


Putri asalBoyolali itu merupakan anak dari petugas kebersihan dengan penghasilan sekitar Rp500 ribu per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ayahnya juga bekerja tambahan sebagai buruh jahit.






Sang ayah juga masih perlu membiayai pendidikan kakak Larasati yang tengah menempuh kuliah. Dengan kondisi tersebut, Larasati menyadari bahwa melanjutkan pendidikan membutuhkan perjuangan yang tidak mudah.


Larasati kemudian memberanikan diri untuk mengikuti seleksi BSI Scholarship Unggulan. Ia berkonsultasi ke kakaknya yang memiliki latar belakang pendidikan Bahasa Indonesia untuk menyempurnakan esai beasiswanya.



Setelah berhasil lulus tahap awal, ia harus mengikuti psikotes. Larasati mengerjakan sekitar 500 soal secara daring melalui Zoom selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.


Tantangan berikutnya datang saat tahap wawancara. Saat itu, ia belum memiliki laptop sehingga harus mengikuti proses seleksi dengan perangkat seadanya.




"Jujur, waktu wawancara saya masih menggunakan gawai seadanya karena belum punya laptop. Alhamdulillah, karena sebelumnya sering berlatih wawancara, prosesnya bisa berjalan cukup lancar," ujar siswa SMA Unggulan CTARSASukoharjo ini dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).




Usai menjalani wawancara, Larasati menerima kabar gembira pada malam harinya. Ia diumumkan sebagai salah satu penerima BSI Scholarship Unggulan.


Larasati kini bisa kuliah dengan tenang karena mendapatkan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), uang saku sebesar Rp1,5 juta per bulan, fasilitas laptop, program pembinaan, hingga kesempatan magang di sektor perbankan syariah.




















Nikita Rosa


Jurnalis detikcom





Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.