Jenewa (ANTARA) - Separuh wilayah Uni Eropa dan Inggris saat ini sedang mengalami kekeringan, dengan defisit curah hujan yang parah sangat mengganggu kelembapan tanah dan kesehatan hutan, menurut Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa (UNECE).


Kondisi kekeringan parah dan suhu musim panas yang memecahkan rekor di negara-negara anggota UNECE, khususnya Eropa dan Amerika Utara, mempercepat tekanan terhadap ekosistem hutan, kata UNECE dalam satu siaran pers pada Jumat (28/8).


"Krisis yang saling memperburuk akibat kekeringan berkepanjangan, tekanan panas, risiko kebakaran hutan, serta gangguan sekunder seperti merebaknya wabah kumbang kulit kayu yang agresif dan aktivitas penyakit fitopatogenik mendorong kematian hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh kawasan itu," katanya.

Di Eropa Barat dan Tengah, kekurangan curah hujan yang terjadi dalam jangka panjang, dengan beberapa wilayah mengalami defisit curah hujan tahunan terpanjang dan paling konsisten dalam lebih dari enam dekade, telah memicu kerusakan luas pada tajuk hutan, menurut UNECE.

Pada saat bersamaan, UNECE memperingatkan bahwa populasi pohon perkotaan di seluruh kawasan tersebut terdampak oleh fenomena pulau panas perkotaan (urban heat island) ekstrem serta kelangkaan air, yang mengancam pertahanan iklim perkotaan, kualitas udara, dan kesejahteraan masyarakat.