TRIBUNNEWS.COM, VIRGIANA — Seorang dokter di Virginia, Amerika Serikat, mengalami kejadian tak biasa setelah terbangun di rumahnya dan mendapati seekor kelelawar berada di sekitar mulutnya.
Dr. Krista Edelman, ahli gastroenterologi di Richmond, menceritakan pengalaman tersebut melalui video yang diunggah ke Instagram pekan lalu.
Ia mengatakan awalnya mengira kejadian itu merupakan bagian dari mimpi.
“Jadi, saya sedang bermimpi, dan dalam mimpi itu ada seekor tikus lapangan kecil yang lucu,” kata Edelman kepada WWBT-TV dikutip Tribunnews.com dari UPI, Minggu (30/8/2026).
Namun, ketika terbangun, Edelman meraba mulutnya dan merasakan ada sesuatu di sana.
Saat mencoba mengambil benda tersebut, ia menyadari bahwa yang disentuhnya adalah seekor kelelawar.
“Saya meraih sesuatu dan akhirnya, saya telah melipat sayap kelelawar itu ke belakang,” kata Edelman.
Baca juga: Kelelawar Hantu Terlacak Lagi Setelah Hampir 200 Tahun, Jejaknya Ditemukan di Italia
Ia kemudian berteriak meminta bantuan karena menyadari kelelawar tersebut berada di wajahnya.
Teriakannya membangunkan sang suami, yang kemudian berhasil menangkap kelelawar tersebut.
Dokter Adam Landsee, asisten direktur medis di Rumah Sakit St. Mary’s, mengatakan tindakan Edelman untuk segera mencari pertolongan sudah tepat meskipun ia tidak mengetahui apakah dirinya benar-benar mengalami gigitan.
Menurut Landsee, gigitan kelelawar dapat sulit dikenali karena ukuran giginya sangat kecil.
Karena rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala muncul, kemungkinan paparan perlu ditangani secara serius.
“Gigi kelelawar sangat kecil dan Anda tidak tahu apakah Anda telah digigit atau tidak,” kata Landsee.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh jika menemukan kelelawar di kamar saat seseorang sedang tidur.
“Jika Anda terbangun di sebuah ruangan dengan seekor kelelawar di kamar Anda, di kamar anak Anda, atau di rumah Anda, Anda harus mengasumsikan skenario terburuk,” ujarnya.
Kabar baiknya, hasil pemeriksaan terhadap kelelawar yang dibawa Edelman menunjukkan hewan tersebut negatif rabies.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa paparan kelelawar tidak selalu meninggalkan tanda luka yang jelas.
Karena rabies merupakan penyakit yang sangat serius, seseorang yang mungkin bersentuhan dengan kelelawar, terutama ketika sedang tidur dan tidak dapat memastikan apakah terjadi gigitan atau cakaran, sebaiknya segera mencari penilaian medis.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.