TRIBUNSUMSEL.COM -- Aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh anggota Polres Lamongan, Jawa Timur, Ipda Purnomo.

Polisi yang aktif bergerak dalam kegiatan sosial tersebut bertemu dengan seorang warga asal Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang terlantar di Jawa Timur (Jatim).

Pria tersebut adalah Supriyadi, warga Desa Dusun Dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang mengaku tak bisa melanjutkan pekerjaannya di Jakarta.

Dalam unggahan TikTok-nya @purnomobelajarbaik_ pada Kamis (27/8/2026), kisah berawal saat Supriyadi, yang sebelumnya bekerja sebagai tukang servis keliling di Lampung, kehilangan seluruh peralatan kerjanya.

Baca juga: Sosok Ipda Purnomo, Polisi Beri Hadiah Umrah ke Argi Petugas KAI yang Nyaris Dipecat Gegara Tumbler

Demi menyambung hidup, ia menerima tawaran pekerjaan dari seseorang yang dikenalnya melalui Facebook untuk menjadi pemancing di Muara Angke, Jakarta Utara.

"Jadi servis keliling, Pak di Lampung. Terus, terus kan alat-alatnya itu hilang, Pak, jadi cari kerjaan. Mancing cumi di Muara Angke, Jakarta," kata Supriyadi, dikutip TribunSumsel.com pada Minggu (30/8/2026).

"Lah, dari dari Palembang ke Jakarta, siapa yang ngajak?" tanya Purnomo.

"Orang Muara Angke itu, Pak. Kenalnya di Facebook," kata Supriyadi.

Namun, nasib naas menimpanya. Belum genap satu bulan bekerja di atas kapal, Supriyadi mengalami sakit.

"Kerja di kapal belum nyampe sebulan terus sakit. Oleh pengurus kapal dipulangin, ditumpangkan ke kapal orang lain dan diturunkan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi," ujar Supriyadi.

Dengan bekal uang tersisa Rp150.000 dari pihak kapal, Supriyadi berusaha melangkah pulang. Dari Banyuwangi, ia naik kereta api menuju Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Karena sisa uangnya hanya tinggal Rp30.000, ia sempat terdampar dan terlunta-lunta di Pasar Turi selama dua hari.

Beruntung, Supriyadi bertemu Sandi, seorang pemuda asal Jombang.

Mendengar cerita Supriyadi yang berniat pulang ke Sumatera Selatan namun tidak memiliki cukup finansial, Sandi berinisiatif membawanya menuju kediaman Ipda Purnomo di Lamongan.

Perjalanan menuju rumah Pak Purnomo pun mereka tempuh dengan berganti-ganti transportasi, mulai dari naik kereta api, bus, hingga berjalan kaki.

"Jadi Bapak ini dari Banyuwangi naik kereta api ke Pasar Turi. Masih ada 30.000. Ketemu sama pemuda Jombang sini. Mas, biar ceritanya ketemu nanti ya,"

"Ketemu Mas warga Jombang. Akhirnya sama Mas Sandi ini diajak ke rumahnya Pak Purnomo (saya)," ujar Purnomo.

"Dari Surabaya ke Lamongan awalnya naik kereta dari Pasar Turi turun sampai ke Lamongan Kota. Sampai ke Lamongan Kota, jalan kaki ke terminal naik bus Elf," kata Sandi yang membawa Supriyadi.

"Terus dari Babat ke rumahnya Pak Purnomo, jalan kaki," sambungnya.

Kepada Purnomo, Supriyadi hanya meminta agar bisa dipulangkan kembali ke kampung halamannya.

"Mau pulang ke Palembang, Pak," pinta Supriyadi kepada Purnomo.

Mengetahui kondisi Supriyadi yang kini tinggal memiliki seorang ibu di kampung halaman, Ipda Purnomo bergerak cepat.

Anggota Polres Lamongan ini memastikan menanggung seluruh biaya operasional bus untuk memulangkan Supriyadi langsung ke daerah asalnya di Ogan Ilir.

"Izinkan saya, Pak Purnomo dari Polres Lamongan, membantu warga Sumatera Selatan ini. Besok akan kita bantu naikkan bus langsung ke arah Palembang dan Ogan Ilir," tegas Ipda Purnomo.

"Terima kasih kepada orang-orang baik yang selalu mendukung kegiatannya Pak Purnomo," pungkasnya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.