TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Siloam Hospitals Bali terus mengembangkan layanan
jantung melalui penerapan teknologi 3D Mapping System yang dapat terintegrasi dengan Pulsed Field Ablation (PFA) untuk mendukung prosedur ablasi pada pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.
Teknologi tersebut dihadirkan melalui kolaborasi dengan Tawada Healthcare sebagai mitra penyedia teknologi dan solusi medis.
Penerapan 3D Mapping System di Siloam Hospitals Bali pertama kali dilakukan pada 18 Oktober 2025 dalam prosedur yang dilakukan oleh dr. I Made Putra Swi Antara, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC.
Kehadiran teknologi ini menjadi milestone dalam pengembangan layanan elektrofisiologi Siloam Hospitals Bali, yang sebelumnya menggunakan sistem pemetaan 2D.
Teknologi 3D Mapping membantu dokter memperoleh gambaran tiga dimensi mengenai anatomi dan aktivitas listrik jantung serta posisi kateter secara real-time.
Baca juga: VIDEO Aksi Ugal-Ugalan Geber Motor di Renon Bali Tuai Kecaman, Warganet Tagih Tindakan Polisi
Informasi tersebut mendukung dokter dalam memetakan area yang mengalami gangguan irama dan melakukan navigasi kateter selama prosedur secara lebih terarah.
Sistem ini juga dapat terintegrasi dengan PFA generator, sehingga mendukung prosedur ablasi dengan pemetaan yang lebih detail.
“Teknologi 3D Mapping memberikan kemampuan pemetaan yang lebih detail terhadap aktivitas listrik dan anatomi jantung, sehingga membantu kami melakukan prosedur ablasi secara lebih terarah. PFA juga merupakan salah
satu perkembangan teknologi dalam elektrofisiologi yang dapat menjadi pilihan pada pasien tertentu sesuai indikasi dan evaluasi klinis," ujar dr. I Made Putra Swi Antara, Sp.JP(K), FIHA, FasCC, usai menjadi pembicara pada kegiatan bertajuk Excellence in Rhythm: Introducting Cardiac Ablation Technology, Sabtu 29 Agustus 2027 di Denpasar.
Pulsed Field Ablation (PFA) menggunakan pulsa listrik bertegangan tinggi dalam waktu sangat singkat untuk menghasilkan irreversible electroporation pada jaringan jantung yang menjadi target.
Berbeda dengan ablasi berbasis panas maupun dingin, PFA menggunakan energi listrik non-termal.
Teknologi ini berkembang terutama dalam penanganan Atrial Fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium.
Melalui kateter yang diarahkan ke jantung, pulsa listrik diberikan pada area target untuk membantu mengisolasi sinyal listrik abnormal
yang memicu gangguan irama.
Pemilihan PFA maupun metode ablasi lainnya tetap disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien berdasarkan evaluasi dokter.
Kolaborasi Siloam Hospitals Bali dan Tawada Healthcare menjadi bagian dari upaya menghadirkan perkembangan teknologi medis dalam layanan jantung di
Bali.
"Dengan pengembangan layanan elektrofisiologi berbasis teknologi ini, Siloam Hospitals Bali terus memperkuat kapabilitas layanan jantung di Bali, sekaligus
membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap perkembangan teknologi dalam diagnosis dan penanganan gangguan irama jantung," kata Hospital Director Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, MM.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Siloam Hospitals Bali untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern,
terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.