TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Kebakaran hebat melanda Restoran Chez Gado-Gado yang berlokasi di Jalan Camplung Tanduk Nomor 99, Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung, Bali, Minggu 30 Agustus 2026 malam.

Kobaran api yang membesar dengan cepat membuat warga sekitar panik. Api melalap satu unit bangunan restoran dengan luas sekitar 45 x 40 meter.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh tamu dan karyawan restoran berhasil menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan sebagian besar bangunan beserta isinya.

Meski demikian, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp4 miliar.

Baca juga: VIDEO Seorang WNA Nigeria Berusaha Kabur Saat Petugas Imigrasi Denpasar Memeriksanya

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan para pengunjung dan staf restoran berhasil dievakuasi saat api mulai membesar.

"Kami pastikan akibat kejadian tersebut korban jiwa nihil. Seluruh tamu dan karyawan dilaporkan selamat, kerugian berupa material bangunan dan kendaraan," ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin 31 Agustus 2026.

Api Diduga Berawal dari Balon Helium

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga bermula ketika sejumlah tamu sedang menggelar perayaan ulang tahun di area pergola restoran.

Dalam acara tersebut, terdapat dekorasi berupa balon helium yang dibawa secara mandiri oleh para tamu.

Api dari lilin diduga menyambar balon hingga memicu letupan. Percikan api kemudian menyambar plafon pergola yang menggunakan material alang-alang kering.

Dalam waktu singkat, api membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.

Petugas keamanan restoran, Made Arya Wira Kumara (33), bersama sejumlah staf sempat berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kobaran api yang semakin membesar.

"Upaya pemadaman awal sempat dilakukan staf menggunakan APAR, namun material atap yang mudah terbakar membuat api cepat membesar sehingga evakuasi segera dilakukan," kata Iptu Gede Adi.

10 Mobil Damkar Dikerahkan

Informasi kebakaran pertama kali diterima petugas sekitar pukul 19.40 WITA dari seorang security bernama I Gede Rai Parwita (33).

Ketua Regu Damkar Badung I Komang Guna, seizin Kadiskarmat Badung D. Ngurah Bhayudewa, S.Sos., M.Si., mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan.

"Setelah mendapat informasi kebakaran, petugas kita bergerak sekitar pukul 19.42 Wita dan tiba di lokasi pada pukul 19.50 Wita untuk langsung melakukan pemadaman," ujarnya.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit untuk menjinakkan api.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran atau break water (BW) dikerahkan dari sejumlah pos, yakni Pos Induk, Pos Kunti, Pos Majapahit, Pos Dalung dan Pos Mengwi.

"Untuk menjinakkan kobaran api, sebanyak 10 unit mobil pemadam atau break water (BW) kita turunkan dari sejumlah pos, yakni Pos Induk, Pos Kunti, Pos Majapahit, Pos Dalung dan Pos Mengwi," bebernya.

Dalam proses pemadaman, petugas juga berkolaborasi dengan PLN, kepolisian, security restoran serta masyarakat sekitar untuk melakukan pengamanan dan memastikan api tidak merembet ke bangunan lain.

Empat Motor Ikut Terbakar

Api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merembet ke kawasan permukiman di sekitar lokasi.

Namun, satu unit bangunan restoran beserta sebagian besar barang di dalamnya tidak berhasil diselamatkan.

Empat unit sepeda motor yang berada di lokasi juga ikut terbakar. Kendaraan tersebut terdiri dari tiga unit Yamaha Nmax dan satu Honda Scoopy.

"Bangunan yang terbakar merupakan restoran milik PT Bali 66 Citra Persada. Berdasarkan laporan sementara, nilai kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp4 miliar," ucapnya.

Di tengah besarnya kebakaran, petugas Damkar Badung masih berhasil menyelamatkan bangunan kantor yang berada di sisi selatan restoran. Nilai bangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp700 juta.

Polisi Dalami Penyebab Kebakaran

Hingga Senin 31 Agustus 2026, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran serta kronologi lengkap kejadian.

Polisi juga berkoordinasi dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Bali untuk melakukan pemeriksaan teknis di lokasi.

"Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian dadi Polresta Denpasar. Namun sebagian besar barang direstoran Gado-gado tidak bisa diselamatkan," imbuhnya.

Sementara itu, Iptu Gede Adi mengatakan penyidik Polsek Kuta masih melakukan pendalaman terhadap insiden tersebut.

"Penyidik Polsek Kuta saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan berkoordinasi dengan Puslabfor Polda Bali terkait peristiwa tersebut," tutur Iptu Gede Adi.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.