SURYA.co.id, SURABAYA - De Red FC membawa misi mengembangkan talenta lokal saat menatap kompetisi musim 2026/2027. 

Klub tersebut resmi memperkenalkan skuadnya yang berisi 32 pemain dalam launching tim di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026).

Komposisi pemain De Red FC didominasi talenta asal Jawa Timur, khususnya Surabaya. Pelatih Aji Santoso menyebut sekitar 70 persen pemain dalam skuad berasal dari Jawa Timur.

Dua pemain asing asal Brasil juga diperkenalkan, yakni Fellipe Veloso yang berposisi sebagai striker dan Keven Alleson sebagai center bek.

Baca juga: Aji Santoso Ungkap Target de Red FC di Championship 2026/2027

Aji Dapat Tugas Kembangkan Pemain Muda

Aji Santoso mengatakan perekrutan pemain lokal merupakan bagian dari target yang diberikan manajemen De Red FC.

Pelatih asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu mendapat mandat untuk memberikan ruang kepada pemain-pemain muda, terutama talenta dari Surabaya.

“Memang saya diwajibkan manajemen untuk memunculkan pemain-pemain muda yang ada di Jawa Timur, khususnya Surabaya,” kata Aji Santoso kepada SURYA.co.id, Kamis (10/9/2026).

Dari skuad yang ada, sekitar 10 pemain muda berasal dari Kota Surabaya, Jawa Timur.

Beberapa di antaranya adalah M Supriadi, Dimas Galih Pratama, Irvan Febrianto, dan Atha Jabrani.

Tambah Jam Terbang

M Supriadi menjadi salah satu pemain muda Surabaya yang bergabung dengan De Red FC. 

Ia memiliki alasan tersendiri menerima tawaran klub tersebut.

Salah satunya adalah kesempatan mendapatkan menit bermain lebih banyak setelah musim sebelumnya tidak banyak tampil.

“Musim lalu saya tidak banyak mendapat menit bermain, di de Red saya berharap bisa mendapat jam terbang lebih banyak lagi,” kata Supriadi.

Faktor lain yang membuatnya tertarik adalah keberadaan home base De Red FC di Stadion Gelora 10 November, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Supriadi juga menyambut positif kehadiran Aji Santoso sebagai pelatih. 

Ia berharap pengalaman sang pelatih dapat membantunya beradaptasi lebih cepat dan kembali mendapatkan kesempatan bermain.

“Juga ketika dengar pelatihnya coach Aji, saya merasa mungkin bisa lebih cepat beradaptasi dengan coach Aji sehingga mendapat menit bermain lagi,” ujarnya.

Pemain Muda Butuh Jam Terbang

Aji menyadari De Red FC membutuhkan proses untuk membangun kekompakan, terlebih sebagian pemain muda yang direkrut masih minim pengalaman.

Menurutnya, perkembangan para pemain akan terlihat setelah mendapatkan jam terbang yang cukup.

“Insyaallah tahun kedua mereka sudah benar-benar siap, akan nampak kualitas mereka,” tegasnya.

Aji juga optimistis dapat kembali melahirkan pemain-pemain muda yang memiliki potensi besar. 

Ia menyebut sejumlah pemain yang pernah berkembang setelah mendapat kepercayaan bermain, seperti Catur, Saddil Ramdani dan Marsel.

“Ini soal jam terbang. Sudah banyak pemain-pemain yang saya munculkan ketika mereka tidak sama sekali pengalaman. Seperti Catur, seperti Saddil Ramdani, juga Marsel tidak punya pengalaman. Saya juga ingin ini bisa terjadi di de Red FC,” katanya.

Satu Pemain Brasil Segera Bergabung

Komposisi De Red FC masih belum final. Aji mengatakan manajemen masih menyiapkan satu tambahan pemain asing asal Brasil.

Pemain tersebut juga berposisi sebagai penyerang dan disebut telah menandatangani over letter.

“Dia (pemain asing baru) sudah tanda tangan over letter. Insyaallah di minggu ini dia akan datang,” pungkas Aji.

Dengan tambahan tersebut, kekuatan lini depan De Red FC akan kembali bertambah menjelang kompetisi musim 2026/2027.

De Red FC Incar Prestasi Terbaik

CEO De Red FC Daniel Rohi mengatakan klub tetap memasang target tinggi meski musim 2026/2027 merupakan tahun pertama mereka berkompetisi.

Menurutnya, setiap klub tentu memiliki ambisi menjadi yang terbaik. Namun, manajemen juga menyadari perjalanan kompetisi akan dipengaruhi berbagai dinamika.

“Semua orang kalau bangun klub target mau jadi nomor satu. Tentu kami juga harus memperhitungkan banyak hal, dan coach Aji menyanggupi untuk itu. Dia ingin membawa klub ini menjadi salah satu klub terbaik,” kata Daniel.

Ia menegaskan De Red FC tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga ingin memberi kesempatan kepada lebih banyak pemain muda untuk berkembang.

“Tapi dalam perjalanan, kami tidak tahu dinamikanya. Kami tidak pernah membayangkan masa depan seperti apa, tapi tetap mimpi kami menjadi yang terbaik, juga banyak pemain muda yang terekrut ikut bermain di de Red,” tambahnya.

Surabaya Dipilih sebagai Markas

Daniel menjelaskan pemilihan Surabaya sebagai home base bukan tanpa alasan. 

Menurutnya, Kota Surabaya memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain dan legenda sepak bola Indonesia.

“Surabaya kaya dengan pemain. Surabaya melahirkan legenda-legenda sepak bola Indonesia, saya pikir itu tidak bisa dibantah,” ujarnya.

Selain potensi pemain, Surabaya dinilai memiliki fasilitas olahraga yang representatif, termasuk fasilitas dengan standar internasional.

Faktor efisiensi mobilitas juga menjadi pertimbangan. Sebagian besar pertandingan kompetisi berlangsung di Pulau Jawa sehingga Surabaya dianggap strategis untuk mendukung perjalanan tim.

“Kompetisi terbanyak itu dilakukan di Pulau Jawa. Sehingga ketika kita ambil di Surabaya mobilitas pemain ke setiap pertandingan itu jauh lebih efisien dan lebih ekonomis,” kata Daniel.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan fasilitas di Surabaya menjadi faktor pendukung bagi pemain maupun pelatih.

De Red FC pun diharapkan dapat menghadirkan warna baru bagi sepak bola Kota Surabaya, Jawa Timur.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.