TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kualitas udara di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan perbaikan setelah sempat memburuk akibat kabut asap kiriman.
Makin membaiknya kualitas udara tersebut terlihat dari kondisi langit di wilayah Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, pada Selasa (15/9/2026).
Pantauan TribunBatam.id, langit di kawasan Ranai tampak lebih cerah.
Warna biru perlahan terlihat di antara sisa kabut yang sebelumnya menyelimuti wilayah ibu kota Kabupaten Natuna itu.
Selain itu, Puncak Gunung Ranai yang sempat sulit terlihat akibat kabut asap kini kembali tampak jelas dari kejauhan.
Kondisi ini menjadi salah satu tanda berkurangnya sebaran kabut yang menyelimuti kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Cuaca di Ranai terpantau cukup panas. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan normal dan terlihat ramai di sejumlah ruas jalan.
Membaiknya kondisi udara ini sejalan dengan hasil pemantauan Air Quality Index (AQI) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna.
Kualitas udara di Kecamatan Bunguran Timur atau Ranai khususnya tercatat berada pada angka 96 AQI dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 33,1 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut masuk dalam kategori sedang.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Natuna, Harmidi.
Ia mengatakan kualitas udara di sejumlah wilayah Natuna mulai membaik.
“Untuk kualitas udara di Natuna per hari ini, dari pengukuran kami, alhamdulillah untuk AQI sudah sebagian aman dan membaik,” ujar Harmidi.
Meski demikian, Harmidi menyebut masih terdapat sejumlah wilayah yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
“Untuk statusnya di 17 kecamatan mulai sedang dan sebagian masih tidak sehat bagi kelompok sensitif,” katanya.
Harmidi menjelaskan, membaiknya kualitas udara di Natuna dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya hujan lokal dan pergerakan angin.
“Salah satunya adalah hujan yang turun, dan pergerakan angin juga turut membantu mengurangi konsentrasi kabut asap di sejumlah wilayah,” jelasnya.
Menurutnya, pergerakan angin menjadi salah satu faktor penting karena kabut asap yang sebelumnya menyelimuti Natuna diduga merupakan asap kiriman.
“Jadi angin yang utama, karena asap ini kiriman, dan juga tidak ada hotspot baru di wilayah kita,” ujarnya.
Kabut asap yang sebelumnya menyelimuti Natuna diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan.
Kondisi tersebut membuat perubahan arah serta kecepatan angin turut memengaruhi sebaran asap di wilayah Natuna.
Meski kualitas udara mulai membaik, Harmidi tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, terutama kelompok sensitif.
Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan maupun penyakit jantung.
“Tips melindungi diri, yaitu pakai masker, kurangi bakar sampah, pantau AQI secara rutin dan kurangi aktivitas di luar ruangan,” imbaunya.
1. Bunguran Barat : AQI 110, PM2.5 39,3 mikrogram per meter kubik, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
2. Bunguran Batubi : AQI 98, PM2.5 34,3 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
3. Bunguran Selatan : AQI 94, PM2.5 32,2 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
4. Bunguran Tengah : AQI 98, PM2.5 34,3 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
5. Bunguran Timur : AQI 96, PM2.5 33,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
6. Bunguran Timur Laut : AQI 96, PM2.5 33,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
7. Bunguran Utara : AQI 114, PM2.5 40,8 mikrogram per meter kubik, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
8. Midai : AQI 110, PM2.5 39,3 mikrogram per meter kubik, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
9. Pulau Laut : AQI 96, PM2.5 33,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
10. Pulau Panjang : AQI 114, PM2.5 40,8 mikrogram per meter kubik, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
11. Pulau Seluan : AQI 98, PM2.5 34,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
12. Pulau Tiga : AQI 114, PM2.5 40,8 mikrogram per meter kubik, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
13. Pulau Tiga Barat : AQI 114, PM2.5 40,8 mikrogram per meter kubik, kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
14. Serasan : AQI 79, PM2.5 24,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
15. Serasan Timur : AQI 79, PM2.5 24,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
16. Suak Midai : AQI 79, PM2.5 24,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang.
17. Subi : AQI 79, PM2.5 24,1 mikrogram per meter kubik, kategori sedang. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.