Betul (hujan alami), saat ini tidak ada kegiatan operasi modifikasi cuaca
Kota Jambi (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di delapan wilayah selama dua hari ke depan.
"Betul (hujan alami), saat ini tidak ada kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)," kata Petugas Pemantau Cuaca BMKG Kelas I Sultan Thaha, Randy HB, di Jambi, Jumat.
Berdasarkan data prakiraan hujan berlaku mulai Jumat 18 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu 19 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan melanda delapan kabupaten/kota, meliputi Kabupaten Kerinci, Merangin, Sarolangun, Batang Hari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo dan
Kota Sungai Penuh.
Secara umum, kata dia, kondisi cuaca di sebagian besar daerah Jambi pada pagi hingga siang hari terpantau cerah berawan hingga berawan hujan.
Diperkirakan hujan mulai mengguyur wilayah tersebut mulai sore hingga malam dan dini hari, dimana potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi di delapan daerah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mencatat terjadi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga minggu ke 36 tahun 2026 periode 6-12 September, Dinkes tersebut mencatat terjadi 7.824 kasus ISPA.
Dalam tiga pekan terakhir, pada minggu ke-34 jumlah kasus ISPA tercatat 7.521 kasus. Angka itu kemudian naik menjadi 7.563 kasus pada minggu ke-35, sebelum kembali meningkat menjadi 7.824 kasus pada minggu ke-36.
Kenaikan kasus ISPA ini terjadi saat Jambi masih menghadapi karhutla dan kabut asap. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta lebih memperhatikan kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan.