TRIBUNJATIM.COM - Gelandang AC Milan, Ardon Jashari, melontarkan kritik keras terhadap penampilan timnya setelah menelan kekalahan dari Benfica.
AC Milan harus mengakui keunggulan Benfica dengan skor 0-2 dalam pertandingan Liga Europa yang berlangsung di San Siro, Rabu (16/9/2026).
Dua gol Benfica dicetak Dodi Lukebakio dan Jakub Kaminski.
Kekalahan tersebut menjadi hasil negatif pertama AC Milan sejak Ruben Amorim menangani tim.
Meski baru sekali kalah dalam lima pertandingan, performa AC Milan di awal musim mulai mendapat sorotan.
Catatan tersebut bahkan dibandingkan dengan awal musim ketika Massimiliano Allegri masih menjadi pelatih.
Pada lima pertandingan pertama musim lalu, AC Milan mencatat empat kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara di bawah Amorim, AC Milan baru mengoleksi dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Namun, perbandingan tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi kedua tim karena lawan yang dihadapi berbeda.
Allegri mengawali musim lalu dengan menghadapi Bari, Cremonese, Lecce, Bologna, dan Udinese.
Sementara itu, Amorim harus menghadapi Torino, Venezia, Juventus, Lazio, dan Benfica dalam lima pertandingan pertamanya.
Di sisi lain, AC Milan memang masih terlihat mencari formula permainan yang tepat.
Komposisi pemain yang diturunkan belum konsisten, sementara lini depan juga kesulitan mencetak gol pada babak pertama.
Situasi tersebut membuat permainan yang diharapkan dari Amorim belum sepenuhnya terlihat.
Baca juga: AC Milan Habiskan Rp2,1 Triliun untuk Gaji Pemain, 6 Bintang Bergaji di Atas Rp81 Miliar
Baca juga: Ruben Amorim Pasang Ambisi Gila di AC Milan, Siap Terima Kritik Jika Gagal Juara
Jashari kemudian angkat bicara. Ia meminta rekan-rekannya tidak hanya bergantung pada strategi yang diberikan pelatih.
Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek juga sangat ditentukan oleh penampilan para pemain ketika berada di lapangan.
Jashari bahkan melakukan autokritik dengan cukup keras.
Ia menilai seluruh pemain harus bertanggung jawab dan memberikan kontribusi lebih baik agar AC Milan bisa berkembang.
Pemain asal Swiss itu juga tetap memberikan dukungan kepada Amorim.
Baginya, mempercayai gagasan pelatih harus diikuti dengan kerja keras dan performa yang sesuai di atas lapangan.
"Saya sudah mengatakan satu atau dua kali sebelumnya bahwa kami harus yakin dengan proyek ini (bersama Amorim)," tegas Jashari, dikutip BolaSport.com dari TMW.
"Namun, hal tersebut tidak cukup. Kami harus agresif, itu tak ada hubungannya dengan proyek klub."
"Jika kami agresif dan bermain waspada sejak detik pertama, itu tidak masalah."
"Tetapi kalau kami melakukan hal-hal seperti sampah tanpa menyebabkan masalah untuk lawan, itu tak ada hubungannya dengan proyek tim."
"Kami adalah pemain klub besar dan kami semua harus bertanggung jawab, bahkan secara individu, atas pertandingan yang kami mainkan."
"Baik menang maupun kalah, kami harus menerimanya. Kami juga melihat hal-hal positif."
"Kami tidak boleh menyerah begitu saja," ucap pemain Swiss berdarah Albania tersebut.
Baca juga: Ruben Amorim Sindir Sewa Saja Cesc Fabregas usai AC Milan Dibandingkan dengan Como
Jashari mengakui dirinya pun membuat kesalahan dalam proses terjadinya gol pertama Benfica oleh Lukebakio.
Penyerang Belgia itu secara hebat menyisir area luar kotak penalti Milan sebelum menghunjamkan tembakan jitu ke gawang Maignan.
Jashari gagal menutup celah tembak Lukebakio.
"Saya juga melakukan kesalahan. Tanggung jawab saya untuk lebih dekat dengan Lukebakio," lanjut pemuda 24 tahun tersebut.
"Saya berlari ke belakang, tetapi dia seharusnya tidak bisa menusuk ke dalam dengan begitu mudah."
"Saya seharusnya tetap lebih dekat dengan rekan setim dan melakukan penutupan ruang yang lebih baik," akunya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.