TribunBatam.id, Batam – Suasana kantor FIF Group Nagoya Batam sempat memanas setelah puluhan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi kantor FIF Batam III Nagoya, kawasan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (18/9/2026) malam.

Kedatangan para pengemudi ojol tersebut diduga berkaitan dengan persoalan pembayaran kredit kendaraan salah seorang pengemudi kepada pihak leasing.

Keributan itu kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah orang berkumpul di sekitar kantor FIF Group. Bahkan sempat terjadi aksi saling dorong di lokasi.

Perselisihan tersebut akhirnya mendapat penanganan dari pihak kepolisian dan dilakukan mediasi.

Sehari setelah kejadian, Sabtu (19/9/2026), TribunBatam.id mendatangi kantor FIF Group Nagoya untuk melihat kondisi terkini.

Situasi di lokasi tampak kondusif. Kondisi kantor sudah kembali seperti biasa dan aktivitas pelayanan berjalan normal.

Sejumlah kendaraan terlihat terparkir di depan kantor. Sementara di dalam gedung, warga silih berganti datang untuk melakukan berbagai transaksi dan mendapatkan pelayanan.

Petugas keamanan FIF Group, Yandi, mengatakan keributan yang terjadi pada malam sebelumnya sudah diselesaikan melalui mediasi.

“Keributannya tadi malam, sudah dimediasikan. Sudah selesai,” ujar Yandi saat ditemui di lokasi, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Yandi, persoalan tersebut berkaitan dengan tunggakan pembayaran kredit kendaraan berupa sepeda motor Honda Vario.
Ia menyebut kendaraan tersebut telah menunggak pembayaran selama sekitar lima bulan.

Yandi menjelaskan, dalam proses penanganan kredit bermasalah, pihak perusahaan memiliki tahapan pengingat dan peringatan kepada debitur.

“Kalau SOP-nya, bulan pertama menunggak, manajemen sudah mengingatkan. Masuk dua bulan juga dihubungi pihak kantor,” katanya.

Kemudian, apabila tunggakan berlanjut, pihak perusahaan memberikan peringatan kepada debitur.

“Bulan ketiga diberi peringatan pertama. Lalu bulan keempat peringatan terakhir. Harusnya di sini sudah sadar,” ujarnya.

Menurut dia, ketika memasuki tunggakan bulan kelima, penanganan biasanya dapat melibatkan pihak ketiga sesuai prosedur yang berlaku.

“Masuk bulan kelima biasanya sudah melibatkan pihak ketiga. Dan itu pun mereka pakai surat fidusia,” katanya.

Persoalan tersebut kemudian berkembang hingga sejumlah pengemudi ojol mendatangi kantor FIF Group Nagoya.

Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong sebagaimana terlihat dalam video yang beredar di media sosial.

Namun, kepolisian kemudian turun tangan untuk mencegah keributan meluas.

Yandi mengatakan persoalan tersebut telah dimediasi oleh polisi dan kondisi kantor saat ini sudah kembali normal.

“Objek perkaranya motor Vario. Dan tadi malam itu sudah dimediasi sama polisi,” ujarnya.

Hingga Sabtu siang, aktivitas pelayanan di kantor FIF Group Nagoya terlihat berjalan normal. Tidak terlihat lagi kerumunan seperti yang terjadi pada malam sebelumnya. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.