Guru memberikan pertolongan pertama, kemudian membawa Reyhan ke puskesmas dan rumah sakit, tetapi nyawanya tidak terselamatkan.
Polisi menghentikan penanganan setelah keluarga menolak autopsi, sementara guru mendapat pendampingan akibat tekanan psikologis pascakejadian.
Kemudian ada Tim DVI Pusdokkes Polri berhasil memastikan identitas jenazah korban melalui pemeriksaan tes DNA.
Kepastian tersebut didapatkan setelah petugas mencocokkan sampel biologis dari jenazah temuan warga setempat.
Hasil identifikasi resmi ini memberikan kepastian hukum dan informasi pasti mengenai sosok korban.
1. Kronologis Murid SD di Lampung Tengah Tewas Akibat Tersedak Kelengkeng: Makan Sambil Lari
Reyhan Arisyah Putra (9), murid kelas 3 SDN 03 Poncowarno di Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung meninggal dunia diduga akibat tersedak biji buah kelengkeng dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian tersebut terjadi di dalam ruang kelas pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 07.40 WIB.
Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Tengah telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah lokasi serta meminta keterangan dari sejuta saksi guru maupun siswa.
Berdasarkan penanganan awal dan pernyataan tertulis resmi dari keluarga korban, kepolisian memproses penyerahan jenazah tanpa tindakan autopsi medis.
Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP M. Prenanta Al Ghazali, membeberkan kronologi peristiwa yang menimpa bocah sembilan tahun tersebut.
"Sewaktu korban makan buah kelengkeng yang merupakan menu MBG di ruang kelas 3, korban sambil bermain lari-larian kemudian tersedak," terang lulusan Akpol Batalyon Den 46 Ananta Hira tahun 2015 itu, Selasa (22/9/2026).
Saat tersedak, Reyhan menunjukkan gestur panik sambil memegangi lehernya. Korban sempat meminta bantuan teman sekelasnya, Davin, yang kemudian mendampinginya menemui penjaga sekolah, Ahmad Surahman.
Ahmad beserta para guru bergegas memberikan pertolongan pertama dengan menepuk punggung korban di ruang kepala sekolah.
Kendati korban sempat memuntahkan sisa makanan, biji kelengkeng yang menyumbat saluran pernapasan tidak kunjung keluar.
Baca selengkapnya.
2. Kesaksian Keluarga ASN Korban Pembunuhan di OKI Sumsel, Terjerat Pinjol karena Uang Bulanan Rp9 Juta
Anton (32), Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas ditikam istri pada Senin (21/9/2026) siang.
Pelaku bernama Deka Ayu (30) sempat melarikan diri dan ditangkap dengan barang bukti pisau.
Aksi penikaman terjadi di halaman sebuah masjid kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten OKI.
OKI terletak di bagian timur Sumatra Selatan dan merupakan salah satu kabupaten terluas di provinsi ini.
Jaraknya ke Palembang yang menjadi ibu kota provinsi Sumatra Selatan sekitar 65 kilometer atau menempuh perjalanan sekitar dua jam.
Diduga aksi pembunuhan telah direncanakan dengan menyembunyikan pisau di dalam tas.
Pelaku dan korban telah memiliki dua anak yang salah satunya masih bayi tujuh bulan.
Mereka telah pisah ranjang karena Anton sedang mengurus proses perceraian.
Anton bersama anak pertama tinggal di Sirah Pulau Padang, OKI, sedangkan pelaku bersama bayi tinggal di Kayuagung.
Kakak korban, Andre (38), menyatakan kondisi kedua anak korban sehat.
Baca selengkapnya.
3. Cerita di Balik Banner 'Anies Baswedan Belum Pernah Laundry di Sini', Dipasang Sejak Pilpres 2024
Banner bertuliskan "Anies Baswedan Belum Pernah Laundry di Sini" yang terpasang di sebuah usaha laundry di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendadak menjadi viral.
Banner tersebut terpasang di Yelo Laundry dan mencantumkan foto Anies Baswedan.
Tak disangka, Anies justru benar-benar datang ke tempat laundry tersebut pada Sabtu (19/9/2026).
Pemilik Yelo Laundry, Handi Syahrul atau akrab disapa Arul, mengaku tidak berada di lokasi ketika Anies datang.
Saat itu, Arul sedang berada di Jeneponto untuk menghadiri acara keluarga.
"Saya sendiri sedang tidak di lokasi saat itu. Saya sedang di daerah Jeneponto. Kebetulan ada acara keluarga dan saya dikirimkan sama karyawan saya foto selfie mereka dengan Pak Anies," kata Arul dalam wawancara dengan redaksi Tribunnews.com Solo, Jawa Tengah, Senin (21/9/2026).
Arul kemudian mencari tahu mengenai kedatangan Anies kepada tetangga sekaligus kerabatnya yang berada di sekitar lokasi usaha.
Menurut cerita yang diterimanya, Anies datang menggunakan dua kendaraan.
Baca selengkapnya.
4. Sosok Surya, Tukang Pilah Sampah Jadi Kades di Bekasi, Diremehkan, tapi Berhasil Kalahkan Petahana
Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, digelar pada Minggu (20/9/2026).
Terdapat 526 calon kepala desa yang berkompetisi di 154 desa.
Satu di antara peserta kontestasi tingkat desa tersebut adalah Surya (46), warga Kampung Rawa Banteng Kaum, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.
Ia meraih suara terbanyak dalam Pilkades Serentak 2026.
Surya berhasil mengungguli petahana, Subur Rustadi, dalam pemungutan suara yang digelar di Desa Mekarwangi.
Hasil perhitungan suara menunjukkan Surya memperoleh 4.107 suara, sedangkan Subur Rustadi meraih 4.015 suara.
Surya unggul 92 suara atas Subur Rustadi.
Kemenangan tersebut cukup mengejutkan karena Surya sebelumnya tidak diperhitungkan dalam kontestasi Pilkades tersebut.
Mengutip Wartakotalive.com, sehari-hari, Surya bekerja sebagai pemilah sampah buangan pabrik.
Baca selengkapnya.
5. ABK Kapal yang Hilang Bersama 5 Jurnalis Ditemukan di Bengkulu, Tim DVI Ungkap Kecocokan DNA
Surakman (60) anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1, kapal yang ditumpangi 5 jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda, berhasil ditemukan.
Jenazah Surakman ditemukan di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
Kepastian identitas korban diperoleh setelah tim DVI Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan DNA terhadap jenazah yang sebelumnya ditemukan warga setempat.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunBanten.com, barang bukti yang tampilkan berupa lembaran kertas foto Surakman serta peta jarak dari Gunung Anak Krakatau hingga Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara sepanjang 347,27 KM.
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan identitas jenazah tersebut akan dipastikan melalui proses pencocokan DNA oleh petugas.
"Jenazah ditemukan di Pulau Enggano, pada Sabtu 12 September lalu. Hari itu bertepatan dengan hari kelima saat pencarian seluruh korban dilakukan," katanya, Rabu (23/9/2026).
Ia menyampaikan jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat Pulau Enggano.
Karena tidak ada warga yang mengenali korban sebagai anggota keluarganya, jenazah sempat dimakamkan pada malam yang sama.
"Setelah itu dilakukan otopsi meliputi gigi dan sejumlah lainnya, ditemukan masyarakat Pulau Enggano, saat itu warga tidak merasa ada yang kelihatan keluarganya, sehingga jenazah sempat dikubur," ujarnya.
Identitas korban kemudian diketahui melalui proses pemeriksaan dan pencocokan DNA. Setelah itu, jenazah kembali digali dari makamnya.
Baca selengkapnya.
(Tribunnews.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.