TRIBUNJOGJA.COM- Pernahkah Anda mendadak sangat ingin menyantap makanan manis atau gurih, padahal baru saja selesai makan siang?
Atau mungkin, Anda sering menjadikan makanan sebagai 'pelarian' saat merasa tertekan, lelah, atau bosan?
Jika pernah, Anda tidak sendirian. Kondisi ini kerap membuat banyak orang keliru membedakan antara kebutuhan tubuh akan nutrisi (lapar fisik) dan dorongan perasaan semata (lapar emosional atau emotional eating).
Memahami perbedaan kedua jenis lapar ini sangat penting agar kita dapat menjaga pola makan yang sehat, terhindar dari kenaikan berat badan berlebih, serta menjaga kesehatan mental. Yuk, kenali perbedaannya agar tak salah kaprah!
Ciri-Ciri Lapar Asli (Lapar Fisik)
Lapar fisik terjadi ketika tubuh benar-benar membutuhkan asupan energi untuk menjalankan fungsinya. Ciri-cirinya antara lain:
- Muncul secara bertahap: Rasa lapar datang secara perlahan dan makin terasa seiring berjalannya waktu.
- Bisa ditunda: Anda masih bisa menunggu dan tidak harus langsung makan pada detik itu juga.
- Fleksibel terhadap jenis makanan: Tubuh siap menerima jenis makanan apa saja yang sehat dan mengenyangkan.
- Tahu kapan harus berhenti: Anda akan otomatis berhenti makan ketika perut sudah terasa kenyang.
- Tanda fisik nyata: Biasanya muncul setelah tidak makan selama 4–5 jam, ditandai dengan perut berbunyi, keroncongan, atau tubuh terasa sedikit lemas.
Baca juga: Benarkah Warna Atap Memengaruhi Suhu di Dalam Rumah? Ini Penjelasannya
Ciri-Ciri Lapar Emosional (Emotional Eating)
Lapar emosional timbul bukan karena tubuh kekurangan energi, melainkan sebagai respons terhadap kondisi psikologis atau perasaan tertentu. Ciri-cirinya meliputi:
- Muncul secara mendadak: Rasa ingin makan datang secara tiba-tiba dan terasa sangat mendesak.
- Harus segera dipuaskan: Ada dorongan kuat untuk langsung makan saat itu juga.
- Ngidam makanan tertentu: Biasanya hanya menginginkan makanan spesifik, seperti makanan manis, gurih, saus berlebih, atau junk food.
- Sulit berhenti: Tetap melahap makanan meskipun perut sebenarnya sudah merasa kenyang.
- Dipicu oleh emosi: Umumnya muncul akibat rasa stres, bosan, lelah berlebih, bad mood, atau kecemasan.
Tips Mengatasi dan Mengendalikan Lapar Emosional
Jika Anda sering merasakan dorongan lapar emosional, coba lakukan beberapa langkah sederhana berikut untuk mengendalikannya:
- Jeda dan Evaluasi Diri: Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah perutku beneran lapar, atau aku cuma lagi pengin mengunyah?"
- Minum Air Putih Terlebih Dahulu: Sering kali otak keliru mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar. Minumlah satu gelas air putih dan tunggu sekitar 10–15 menit. Jika rasa lapar hilang, berarti tubuh Anda hanya membutuhkan hidrasi.
- Alihkan Perhatian: Alihkan pikiran dari makanan dengan melakukan aktivitas lain, seperti jalan-jalan santai sejenak, mengobrol dengan rekan kerja, mendengarkan musik, atau beristirahat.
- Kenali Pemicu Emosi: Coba amati pola makan Anda. Jika rasa ingin makan selalu muncul saat stres atau lelah, carilah cara lain untuk meredakan emosi tersebut selain melalui makanan.
Memahami sinyal yang diberikan oleh tubuh adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Lapar emosional adalah hal yang wajar dan pernah dialami hampir semua orang, namun bukan berarti tidak bisa dikendalikan.
(MG Susila Wati Kuseladewi)