TRIBUNNEWS.COM - Skandal keuangan dan pemalsuan dokumen yang menjerat Manchester City lagi-lagi memasuki babak baru.
Rui Pinto, sang pembocor atau whistleblower dokumen rahasia Manchester City, tengah menghadapi situasi runyam.
Ia mengaku tak akan lagi termasuk dalam program perlindungan saksi dan korban yang diberikan Pemerintah Portugal selama ini.
Pemerintah Portugal memustuskan melepaskan Rui Pinto dari program perlindungan mereka per 10 Oktober mendatang.
Pinto menjadi bagian dari program perlindungan saksi Portugal pada 2020 setelah setuju untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dan menyerahkan berkas-berkas yang diperolehnya melalui operasi Football Leaks.
Sekira 6 tahun lamanya ia bisa merasa aman sembari terus memantau dan bekerja sama soal kasus yang menjerat Manchester City.
Keputusan Portugal menghentikan perlindungan membuatnya dalam situasi yang mengancam nyawa.
Ia menyebutkan itu kala mengunggah cuitan di akun X pribadinya beberapa waktu lalu.
Rui Pinto sampai harus pindah ke lokasi yang dirahasiakan sampai waktu yang belum ditentukan.
Hal itu dilakukan demi menjamin keselamatan dirinya nantinya.
Baca juga: Misi Redakan Konflik, Federasi Portugal Gelar Pertemuan Darurat demi Cristiano Ronaldo
Pinto menyebut dirinya sebagai seorang whistleblower, tetapi ia divonis bersalah di Portugal atas sejumlah pelanggaran, termasuk mengakses data secara ilegal dan percobaan pemerasan, serta dijatuhi hukuman empat tahun penjara dengan masa percobaan.
Pria yang kini berusia 37 tahun itu sampai harus mengenakan rompi antipeluru ketika menjalani persidangan pada 2020 silam serta harus dalam pengamanan ketat dari pihak berwajib.
Awal tahun ini, dia dibebaskan dari 241 dakwaan terkait akses ilegal ke akun-akun email milik sejumlah organisasi olahraga di Portugal, termasuk Benfica, dalam persidangan keduanya.
Pernyataan dari pengacara Pinto yang dirilis pada Jumat, 2 Oktober waktu setempat, menyebutkan bahwa keputusan untuk mengakhiri keikutsertaannya dalam program perlindungan saksi membuatnya berada dalam risiko yang lebih tinggi.
Mereka menegaskan bahwa proses hukum yang berasal dari kebocoran tersebut masih berlangsung, termasuk kasus yang melibatkan Manchester City.
Pinto telah membuat penggalangan dana untuk membantunya bertahan dalam situasi serius ini, yang menurut klaimnya diciptakan oleh Portugal sendiri.
Pada saat yang sama, kasus pemalsuan dokumen dan laporan keuangan yang menjerat Manchester City terus bergulir.
Pihak Liga Inggris terus melakukan pengusutan terkait hal-hal curang apa yang dilakukan The Citizens untuk mengakali keuangan mereka.
Pekan lalu, Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran regulasi keuangan Premier League antara musim 2009-10 hingga 2017-18.
Manchester City telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Masa banding ini diperkirakan bakal memakan waktu maksimal 12 pekan lamanya.
Meski demikian, pihak Liga Inggris optimis bisa mengeksekusi sanksi kepada Manchester City sebelum kalender berubah ke tahun 2027.
(Tribunnews.com/Guruh)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.