Elektrifikasi memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energinya dan meningkatkan efisiensi energinya
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Yose Rizal Damuri menilai elektrifikasi dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan efisiensi energi di Indonesia.
“Elektrifikasi memberi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energinya dan meningkatkan efisiensi energinya,” kata Yose dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Selasa.
Yose menyoroti penggunaan LPG untuk kebutuhan rumah tangga yang sebagian besar pasokannya masih berasal dari impor.
Menurut dia, peralihan dari kompor gas ke kompor induksi atau kompor listrik dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.
“Kalau kita bisa mengalihkannya menjadi listrik, maka kita juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor energi,” ujarnya.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap impor, Yose mengatakan elektrifikasi juga dapat meningkatkan efisiensi energi dibandingkan penggunaan bahan bakar fosil.
Namun, ia menegaskan elektrifikasi perlu disertai penyediaan listrik yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
“Dengan demikian, elektrifikasi akan menjadi momentum bagi kita untuk menciptakan pasar bagi energi hijau,” kata Yose.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo mengatakan elektrifikasi menghadirkan teknologi yang berpotensi meningkatkan efisiensi energi dibandingkan penggunaan energi fosil.
Sebagai bagian dari upaya mendukung elektrifikasi, Gigih mengatakan pemerintah tengah melakukan uji coba teknologi kompor listrik yang diarahkan untuk menjadi alternatif pengganti kompor gas.
Uji coba dilakukan terhadap empat jenis kompor, yakni kompor gas, kompor induksi, kompor listrik filamen, dan kompor inframerah.
“Kami terus mencari, mencoba berbagai jenis teknologi untuk mencari yang terbaik, yang paling cocok untuk diterapkan secara bertahap ke depannya,” ujar Gigih.