TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di perguruan tinggi berpeluang diperpanjang hingga mahasiswa terlibat dalam pengembangan kawasan transmigrasi.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman Suryanagara membuka peluang menggandeng Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengintegrasikan program transmigrasi ke dalam KKN.
Gagasan itu muncul dalam sesi tanya jawab Iftitah dengan mahasiswa pada Mata Lokal Fest yang digelar Tribun Network di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) menyoroti KKN yang dinilai kerap hanya menjadi pemenuhan satuan kredit semester (SKS), tanpa dampak berkelanjutan bagi desa sasaran.
Mahasiswa tersebut mengusulkan agar KKN diselaraskan dengan kebutuhan kawasan transmigrasi sekaligus melengkapi program Ekspedisi Patriot.
Menanggapi usulan itu, Iftitah mengatakan akan menjadikannya dasar untuk mengajukan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kemendiktisaintek.
"Sarannya, idenya bagus sekali. Nanti ini akan saya jadikan dasar untuk saya meminta Mendiktisaintek MoU untuk KKN itu. Tapi memang dasar pemikiran dari Ekspedisi Patriot salah satunya juga memang KKN yang diperpanjang," ujar Iftitah.
Ekspedisi Patriot merupakan program yang melibatkan akademisi dan tenaga ahli untuk melakukan penelitian, pemetaan potensi, serta pendampingan di kawasan transmigrasi.
Pada 2026, program ini melibatkan 1.476 peserta dalam 246 tim yang ditempatkan di 53 kawasan transmigrasi dari 10 perguruan tinggi mitra.
Kegiatannya mencakup kajian sosial, ekonomi dan kelembagaan, pemetaan potensi, serta pendampingan di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Menurut Iftitah, pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan transmigrasi yang tidak hanya berfokus pada perpindahan penduduk, tetapi juga transfer pengetahuan dan teknologi serta penguatan sumber daya manusia.
Baca juga: Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global
Iftitah juga membuka kemungkinan KKN yang diperpanjang melalui Ekspedisi Patriot disertai intervensi langsung sesuai kebutuhan kawasan.
"Kita pun nanti untuk KKN yang diperpanjang melalui Ekspedisi Patriot itu misalkan, kita juga bisa titip sejumlah dana, pengadaan langsung di bawah Rp200 juta saja punya banyak makna. Kita terjunkan di satu kawasan, itu bisa berbagai macam intervensi program ada pengeboran air, perbaikan toilet, hingga pengolahan hasil panen," katanya.
Menurut Iftitah, keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan kawasan transmigrasi bukan hal baru.
Ia mencontohkan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pada 1960-an pernah terlibat di Pulau Seram dalam pembangunan irigasi masyarakat. Mahasiswa Unpad juga disebut pernah membantu meningkatkan nilai tambah ubi Cilembu melalui teknologi pengolahan pangan.
Jika integrasi tersebut terealisasi, KKN dapat diperpanjang untuk membantu menjawab kebutuhan nyata di kawasan transmigrasi, seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, dan pengolahan hasil panen.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.