Jakarta -
Wanita ini sewa juru masak dengan biaya Rp1,4 juta per bulan karena tidak ingin menyentuh dapur. Kisahnya viral di kalangan netizen.
Mereka yang tidak suka memasak biasanya lebih memilih untuk membeli makan di luar atau memesan makanan secara online. Namun, banyak juga yang menyewa juru masak untuk menyiapkan makanan sehari-hari, seperti yang dilakukan oleh wanita ini.
Akun X @HeyItsMegha mengungkap seorang wanita di Bengaluru, India menceritakan berapa banyak uang yang ia habiskan setiap bulannnya untuk membayar juru masak. Total untuk 2 orang mencapai sekitar Rs 7.000 sampai Rs 8.000 atau setara Rp1,2 - Rp1,4 juta per bulan.
Wanita ini mengatakan langkah yang ia ambil sangat sepadan. Megha menceritakan jika juru masaknya biasa datang dua kali sehari, menyiapkan hidangan sederhana, lalu pergi ke rumah lain. Juru masaknya juga biasanya libur di hari Minggu, lapor news18.com (8/10).
"Harga juru masak di Bengaluru sebenarnya gila. Untuk dua orang sekitar Rs 7.000 - 8.000/bulan, dua kunjungan sehari, libur di hari Minggu. Mereka datang, memotong sayuran, membuat 2 hidangan dengan cepat, lalu pindah ke rumah berikutnya," ujar wanita ini.
(Gambar hanya ilustrasi) Wanita ini curhat kalau dia menyewa juru masak demi dirinya tidak masuk ke dapur. Foto: Representative Image/Pexels |
Menurutnya, juru masaknya datang lalu langsung memotong sayuran dan membuat hidangan dalam waktu singkat. Ia juga mengungkap kalau juru masaknya sering menggunakan panci presto untuk memasak makanannya, memasukkan berbagai macam bahan ke dalam mulai dari dal, kentang, ayam, hingga kedelai.
Soal rasa, Megha mengaku biasa saja. Ia baru berkomunikasi jika menginginkan menu spesifik atau laporan ke juru masaknya mengenai hal yang kurang atau tidak disukai. Barulah juru masak ini akan menyesuaikan. Jika tidak bicara langsung, Megha mengaku juru masaknya akan menambah lebih banyak minyak dan bumbu.
Wanita India ini tidak peduli apakah masakan juru masaknya enak atau tidak yang penting ia tidak masak sendiri. Foto: X @HeyItsMegha |
Namun, hal tersebut bukan jadi masalah baginya. Wanita ini mengaku mengeluarkan 8.000 rupee atau sekitar Rp1,4 juta per bulan bukan demi makanan yang luar biasa. Uang tersebut rela mereka keluarkan agar ia tidak perlu memikirkan harus masuk ke dapur dua kali setiap hari.
Unggahannya menarik perhatian banyak netizen hingga menyentuh isu lebih luas yang dihadapi orang-orang di kota Bengaluru.
Seorang netizen berkomentar, "Ini memang tidak mudah dan pasti ada konsekuensinya, yang terkadang harus kita tanggung."
"Orang-orang membayar untuk kebebasan dari keputusan dapur sehari-hari," ujar netizen lain.
Netizen lain setuju bahwa makanan yang dimasak mungkin tidak selalu enak, tetapi masakan rumahan tetap bisa menjadi pilihan lebih sehat dibandingkan memesan makanan melalui aplikasi ojek online.

