Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Konektivitas dan integrasi moda yang baik membuat volume penumpang di Daop 6 Yogyakarta tumbuh signifikan. Bahkan pertumbuhan penumpang di Daop Yogyakarta disebut menjadi yang tertinggi.

Vice President of Corporate Communication KAI, Anne Purbo mengatakan secara nasional KAI grup meningkat sekitar 7 hingga 8 persen, sedangkan Daop 6 Yogyakarta mampu tumbuh 11 persen. Tidak hanya melayani penumpang domestik, Daop 6 Yogyakarta juga mencatat pertumbuhan penumpang mancanegara mencapai 7 persen.

“Yang kita layani selama 9 bulan itu hampir 400 juta. Dan Yogyakarta menjadi destinasi favorit ataupun nomor satu untuk kereta jarak jauh, dan ini kita sudah melihat ada 11 juta penumpang lebih yang datang ke Yogyakarta (Daop 6) untuk naik kereta api. Nah, pertumbuhan ini di angka bisa 9 sampai 11 persen,” katanya di Yogyakarta, Jumat (9/10/2026).

Yogyakarta destinasi favorit

Ia menerangkan volume penumpang di Daop 6 Yogyakarta selalu meningkat setiap bulannya. Tercatat ada pertumbuhan penumpang sekitar 5 hingga 8 persen per bulan. 

Menurut dia, DIY menjadi destinasi yang paling banyak dikunjungi. Hal itu karena DIY memiliki dua stasiun yang sangat strategis yaitu Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan.

“Jogja menjadi destinasi yang sangat diminati oleh pelanggan-pelanggan kita. Jogja itu konektivitasnya mirip Jakarta. Jogja itu punya KRL, kereta bandara, kereta lokal ada, KJJ (kereta jarak jauh) dari Jakarta itu hampir setiap jam ada,” terangnya.

Melihat potensi pertumbuhan penumpang yang signifikan, pihaknya merasa perlu melakukan pengembangan khususnya di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan. 

Pengembangan di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan

Dalam pengembangannya, KAI memfokuskan pada empat hal yaitu konektivitas, integrasi antarmoda, peningkatan layanan stasiun, serta pengelolaan kawasan.

“Pengembangan ini fokus empat hal, yang pertama adalah untuk konektivitas. Setelah itu, fokusnya untuk integrasi antarmoda. Dengan bertumbuhnya volume penumpang kereta api, kita harus terintegrasi dengan transportasi publik untuk menghindari kemacetan,” paparnya.   

“Kemudian yang ketiga adalah peningkatan layanan stasiun, mulai dari parkir, layanan naik turun (penumpang), dan juga fasilitas-fasilitas layanan di stasiun. Yang keempat adalah terkait dengan pengelolaan kawasan ataupun TOD, supaya kita bisa terintegrasi dengan pusat bisnis, wisata kuliner, hotel, dan yang lainnya,” sambungnya.

Supaya Jogja tidak macet

Anne berharap potensi bertumbuhnya penumpang di Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan dapat ditangkap oleh Pemerintah Daerah DIY. Khususnya dalam penataan kawasan agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas.

“Semoga Dinas Pariwisata Jogja melihat ini (pertumbuhan penumpang) menjadi potensi dan mempersiapkan Jogja supaya nggak terlalu macet lagi. Kita juga harus mengampanyekan integrasi antarmoda, membangun transportasi publik yang lebih nyaman,” imbuhnya. (maw)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.