Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mencatat 2 pasien demam berdarah dengue (DBD) meninggal dunia pada September 2026.
Secara keseluruhan serangan DBD ini masih terjadi selama musim kemarau di Kabupaten Tulungagung, yang dimulai di Bulan Mei 2026.
Serangan DBD di musim kemarau ini tidak lepas dari faktor kebersihan di dalam rumah.
“Ternyata kejadian DBD tidak melihat cuaca. Kejadian DBD tetap ada selama musim kemarau,” ujar Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan, Sabtu (10/10/2026) lewat sambungan telepon.
Dua pasien yang meninggal dunia ada di wilayah Kecamatan Boyolangu dan Kecamatan Gondang.
Dinkes telah melakukan fogging (pengasapan) untuk upaya pembasmian nyamuk dewasa, setelah upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Baca juga: DBD Bisa Menyerang Sepanjang Tahun, Dokter Ajak Masyarakat Tidak Menunda Vaksinasi
Aris mengingatkan, DBD selalu identik dengan genangan air untuk sarang nyamuk aedes aegypti yang menjadi vektor penyebar virus DBD.
“Saat musim hujan, ada banyak genangan yang bisa dipakai berkembang biak nyamuk. Tapi ternyata saat kemarau genangan ini ternyata masih ada,” jelasnya.
Mantan Kepala Puskesmas Kauman ini mengingatkan, warga sering kali lupa ada banyak penampungan air di dalam rumahnya.
Ia mencontohkan, bak penampungan air di belakang lemari es, vas bunga, tempat air hewan piaraan, dan bak air.
Dengan demikian, serangan DBD saat kemarau hampir dipastikan bersumber dari dalam rumah.
“Tempat-tempat penampungan air itu jarang diperhatikan, padahal bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk. Makanya harus rutin dibersihkan,” tambahnya.
Terkait pasien yang meninggal dunia, terjadi karena telat dibawa ke fasilitas kesehatan.
Sebab itu Aris meminta masyarakat untuk waspada jika mengalami demam yang tidak sembuh dengan obat penurun demam biasa.
Jika sudah masuk hari ke-3 atau hari ke-4, lebih baik datang ke fasilitas kesehatan, sesuai estimasi waktu perkembangan virus DBD.
“Hari ke-3 atau ke-4 jika terkena DBD, virusnya sudah terdeteksi lewat laboratorium. Ikuti arahan dari tenaga kesehatan,” tegasnya.
Data di Dinkes Tulungagung, pada Mei 2026 ada 7 kasus DBD, Juni ada 13 kasus DBD, Juli ada 10 kasus DBD, Agustus ada 11 kasus DBD, dan September 2026 ada 5 kasus DBD dan 1 kasus dengue shock syndrome (DSS).
DSS adalah fase lanjutan dari DBD dengan tahap komplikasi yang lebih parah.
Dari 5 kasus DBD dan 1 DSS di September 2026, 2 di antaranya meninggal dunia.
Aris mengingatkan, sebentar lagi akan masuk musim hujan, sehingga kewaspadaan pada DBD harus ditingkatkan
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.