TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Sudirman setelah tim berjuluk Beruang Madu tersebut menelan lima kekalahan secara beruntun dalam kompetisi musim 2026/2027.
Keputusan itu diumumkan melalui akun Instagram resmi Persiba Balikpapan, disertai ucapan terima kasih atas kebersamaan Sudirman selama menjadi bagian dari klub.
Pengumuman tersebut menjadi perkembangan terbaru perjalanan Persiba pada kompetisi Championship Indonesia.
Rentetan hasil negatif dalam lima pertandingan terakhir membuat tim asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, belum berhasil menghentikan tren kekalahan.
Dalam unggahan di akun resmi klub, Persiba menyampaikan keputusan mengakhiri hubungan kerja dengan pelatih yang akrab disapa Coach Sudirman tersebut.
Baca juga: Hasil Akhir Barito Putera vs Persiba Balikpapan, Beruang Madu Gagal Curi Poin di Stadion 17 Mei
“Persiba Balikpapan memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan Coach Sudirman.
Terima kasih atas kebersamaan selama menjadi bagian Persiba Balikpapan.”
Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai sosok yang akan menggantikan Sudirman sebagai pelatih kepala.
Keputusan berpisah ini terjadi setelah Persiba melewati lima pertandingan terakhir tanpa meraih kemenangan.
Berdasarkan data hasil pertandingan yang diberikan, Beruang Madu kalah dari RANS Nusantara, Persela Lamongan, Dejan, Deltras Sidoarjo, dan Barito Putera.
Rentetan kekalahan Persiba Balikpapan berlangsung sejak pertandingan melawan RANS Nusantara pada 13 September 2026 hingga laga kontra Barito Putera pada 10 Oktober 2026.
Dalam lima pertandingan tersebut, Persiba belum berhasil mengamankan poin kemenangan. Hasil negatif itu berlanjut ketika tim menghadapi lawan-lawan berbeda dalam rangkaian kompetisi Championship Indonesia.
Pada pertandingan 13 September 2026, Persiba menghadapi RANS Nusantara dan menelan kekalahan dengan skor 2-3 berdasarkan data hasil pertandingan yang disertakan.
Berikutnya, pada 19 September 2026, Persiba kembali kehilangan poin saat berhadapan dengan Persela Lamongan. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-1 untuk kekalahan Persiba.
Hasil serupa terjadi ketika Persiba menghadapi Dejan pada 25 September 2026. Beruang Madu kembali kalah dengan skor 0-1.
Memasuki pertandingan berikutnya, Persiba bertandang atau berhadapan dengan Deltras Sidoarjo pada 4 Oktober 2026. Dalam laga itu, Persiba kembali menelan kekalahan dengan skor 0-2.
Kekalahan terbaru terjadi saat Persiba menghadapi Barito Putera pada 10 Oktober 2026. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 0-2, sehingga memperpanjang rentetan kekalahan menjadi lima pertandingan beruntun.
Dengan demikian, berdasarkan rangkaian hasil yang tersedia, Persiba mencatatkan lima kekalahan dalam periode hampir satu bulan. Hasil tersebut menjadi konteks penting di balik pengumuman berakhirnya kerja sama klub dengan Sudirman.
Sudirman sebelumnya diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Persiba Balikpapan pada akhir Juli 2026. Penunjukan tersebut diumumkan setelah proses penandatanganan kontrak yang berlangsung di Jakarta pada Kamis malam, 23 Juli 2026.
Kedatangan Sudirman sekaligus menandai berakhirnya masa kepelatihan Leonard Tupamahu. Saat itu, manajemen Persiba menjadikan pergantian pelatih sebagai bagian dari persiapan membangun kekuatan tim untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
CEO Persiba Balikpapan, Arvi Perwira, menjelaskan bahwa penentuan pelatih dilakukan melalui evaluasi internal dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Manajemen menilai pengalaman, karakter, dan kepemimpinan Sudirman sesuai dengan kebutuhan tim.
"Coach Sudirman merupakan sosok yang kami nilai memiliki pengalaman, karakter, dan kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan tim. Kami percaya beliau mampu membangun fondasi yang kuat bagi Persiba untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Selamat datang di keluarga besar Beruang Madu," ujar Arvi melalui keterangan resmi Media Officer Persiba, Jumat (24/7/2026).
Pernyataan tersebut memperlihatkan harapan manajemen ketika menunjuk Sudirman. Ia tidak hanya diharapkan mampu menyusun strategi permainan, tetapi juga membangun fondasi tim dan memperkuat karakter para pemain dalam menghadapi kompetisi.
Namun, setelah melewati rangkaian pertandingan pada awal musim, Persiba akhirnya mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih tersebut pada Oktober 2026.
Sudirman Sempat Optimistis Membawa Persiba Bangkit
Ketika resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala, Sudirman menyambut kesempatan menangani Persiba dengan antusias. Ia menyampaikan apresiasi kepada manajemen atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin tim kebanggaan masyarakat Balikpapan tersebut.
Sudirman juga menyoroti sejarah panjang Persiba serta dukungan suporter sebagai modal penting bagi tim dalam menjalani kompetisi.
"Terima kasih kepada manajemen Persiba Balikpapan atas kepercayaan yang diberikan. Persiba adalah klub yang memiliki sejarah panjang dan dukungan suporter yang luar biasa. Saya bersama jajaran staf pelatih akan bekerja keras mempersiapkan tim agar dapat tampil maksimal dan memberikan kebanggaan bagi masyarakat Balikpapan," tegas Sudirman.
Saat itu, ia menyatakan kesiapan bekerja bersama jajaran staf pelatih untuk menyiapkan tim agar mampu tampil maksimal. Ia juga memandang dukungan suporter sebagai salah satu kekuatan utama Persiba.
Dalam perjalanannya bersama Beruang Madu, Sudirman diharapkan dapat membangun tim yang kompetitif. Namun, rangkaian lima kekalahan beruntun menjadi hasil yang mendahului keputusan klub untuk mengakhiri kerja sama dengannya.
Pengumuman perpisahan yang diunggah klub tidak disertai evaluasi terbuka mengenai performa tim ataupun penjelasan apakah keputusan tersebut telah melalui pembahasan khusus antara manajemen dan jajaran pelatih.
Mengenal Sosok Sudirman, Pelatih Berjulukan Jenderal
Sudirman lahir di Pekanbaru, Riau, pada 24 April 1969. Dalam dunia sepak bola Indonesia, ia dikenal dengan julukan Jenderal atau Coach Sudirman.
Julukan tersebut lekat dengan citra kepemimpinan dan ketegasannya, baik ketika masih menjadi pemain maupun setelah beralih ke dunia kepelatihan.
Sebelum menjalani karier sebagai pelatih, Sudirman merupakan pemain sepak bola profesional yang pernah memperkuat sejumlah klub di Indonesia. Ia juga pernah menjadi kapten Tim Nasional Indonesia dan menjadi bagian dari skuad yang meraih medali emas sepak bola SEA Games 1991 di Manila, Filipina.
Medali emas tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia di tingkat Asia Tenggara. Dua tahun kemudian, Sudirman juga turut membawa Indonesia meraih medali perunggu sepak bola SEA Games 1993 di Singapura.
Pengalaman sebagai pemain nasional dan pemimpin di lapangan menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum menekuni karier kepelatihan. Ia juga pernah terpilih sebagai salah satu pemain legenda pada ajang Copa Indonesia 2007.
Perjalanan Karier Sudirman sebagai Pemain
Karier profesional Sudirman dimulai bersama Arseto FC pada akhir dekade 1980-an. Klub tersebut dikenal sebagai salah satu tim sepak bola Indonesia pada era Galatama dan berbasis di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.
Setelah memperkuat Arseto FC, Sudirman melanjutkan perjalanan bersama Bandung Raya. Ia kemudian bermain untuk Persikota sebelum mengakhiri karier profesionalnya bersama PSPS Pekanbaru.
Sudirman memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2002. Meski demikian, ia tetap berkiprah di dunia sepak bola dengan beralih menjadi pelatih.
Peralihan tersebut membuka jalan bagi Sudirman untuk memanfaatkan pengalamannya sebagai pemain dalam membina dan mengembangkan kemampuan pesepak bola generasi berikutnya.
Meniti Karier Kepelatihan dari Timnas Kelompok Umur
Karier kepelatihan Sudirman berlangsung di sejumlah klub dan tim nasional kelompok umur. Salah satu pengalaman awalnya adalah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 pada periode 2006 hingga 2009.
Posisi asisten pelatih merupakan peran pendukung pelatih kepala dalam mempersiapkan tim, menyusun program latihan, dan membantu pelaksanaan strategi permainan.
Setelah itu, Sudirman dipercaya menjadi asisten pelatih Mitra Kukar, klub asal Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Mitra Kukar dikenal dengan julukan Naga Mekes dan pernah berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Klub tersebut bermarkas di Stadion Madya Aji Imbut, Tenggarong. Pengalaman Sudirman bersama Mitra Kukar menjadi bagian dari perjalanan kariernya di sepak bola Kalimantan Timur sebelum kembali menangani klub dari provinsi yang sama bersama Persiba Balikpapan.
Pada 2015 hingga 2016, Sudirman juga mendapat kepercayaan menjadi pelatih kepala tim sepak bola PON DKI Jakarta. Pengalaman tersebut memperluas rekam jejaknya dalam menangani tim yang terdiri dari pemain-pemain muda.
Sempat Menangani Persija Jakarta
Nama Sudirman semakin dikenal ketika ia bergabung dengan Persija Jakarta. Di klub ibu kota tersebut, ia pernah mengemban sejumlah peran, mulai dari asisten pelatih hingga pelatih kepala.
Pada September 2020, Sudirman resmi dipercaya menjadi pelatih kepala Persija Jakarta. Dalam delapan pertandingan yang dipimpinnya sebagai pelatih kepala, ia mencatat rata-rata perolehan 2,38 poin per pertandingan berdasarkan data yang disertakan.
Selain menjabat sebagai pelatih kepala, Sudirman beberapa kali dipercaya menjadi pelatih interim. Pelatih interim adalah pelatih sementara yang menangani tim ketika terjadi pergantian atau kekosongan posisi pelatih kepala.
Sudirman juga pernah kembali menjalankan peran asisten pelatih pada masa kepelatihan Angelo Alessio dan Ferdiansyah.
Pengalaman menangani Persija menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Di klub tersebut, ia berhadapan dengan tuntutan kompetisi dan ekspektasi suporter yang tinggi.
Sebelum ke Persiba, Sudirman Sempat Melatih Persiku Kudus dan Sriwijaya FC
Sebelum menerima tawaran dari Persiba Balikpapan pada Juli 2026, Sudirman sempat menangani Persija Jakarta U-20 sebagai pelatih kepala.
Ia kemudian dipercaya melatih Persiku Kudus pada musim 2024/2025. Setelah itu, pada Februari hingga Juni 2026, Sudirman bergabung dengan Sriwijaya FC sebagai asisten pelatih untuk mendampingi Iwan Setiawan.
Tidak lama setelah masa tugasnya bersama Sriwijaya FC berakhir, Sudirman menerima kepercayaan untuk menjadi pelatih kepala Persiba Balikpapan.
Penunjukan tersebut menjadi babak baru dalam karier kepelatihannya, sekaligus kesempatan kembali menangani klub dari Kalimantan Timur. Akan tetapi, kebersamaannya dengan Beruang Madu berakhir pada Oktober 2026 setelah tim mencatat lima kekalahan beruntun.
Persiba Belum Umumkan Pengganti Sudirman
Melalui akun Instagram resminya, Persiba Balikpapan telah menyampaikan keputusan mengakhiri kerja sama dengan Sudirman. Klub juga mengucapkan terima kasih atas kebersamaan selama pelatih tersebut menjadi bagian dari Beruang Madu.
Meski demikian, pengumuman yang tersedia belum menyebutkan siapa yang akan mengisi posisi pelatih kepala setelah kepergian Sudirman. Belum ada pula informasi mengenai apakah Persiba akan menunjuk pelatih interim atau langsung merekrut pelatih baru.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.