TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Manchester United, Michael Carrick mengaku kecewa dengan performa anak asuhnya yang gagal mengalahkan Tottenham Hotspur.
Kekecewaan Carrick cukup beralasan mengingat Manchester United bermain dengan 10 pemain Tottenham di akhir laga.
Dalam laga pekan keenam Liga Inggris, Manchester United berkesempatan menjamu Tottenham di Old Trafford, Sabtu (10/10/2026) tadi malam.
Sayangnya, Manchester United yang berstatus tuan rumah hanya bisa meraih satu poin saja melawan Tottenham.
Tampil minim kreatifitas dan kurang disiplin membuat Manchester United tampil kurang menggigit dalam pertandingan kali ini.
Manchester United awalnya unggul terlebih dahulu setelah Bryan Mbeumo mencetak gol pembuka skor menit ke-73.
Berawal dari pergerakan Matheus Cunha di sisi kiri, Mbeumo berhasil memanfaatkan celah pertahanan Tottenham di sudut sempit, untuk menjebol jala gawang Tottenham.
Gol yang dicetak mantan pemain Brentford itupun langsung memecah deadlock Manchester United.
Situasi kian berpihak ke Manchester United, setelah salah seorang pemain Tottenham dihadiahi kartu merah setelahnya.
Ialah Rodrigo Bentancur yang harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah wasit menghadiahinya kartu merah akibat pertengkarannya dengan Luke Shaw menit 78.
Baca juga: Hasil Liga Inggris: 3 Poin Manchester United Ambyar, Gol Solanke Selamatkan Tottenham
Bermain melawan 10 pemain dalam posisi unggul di kandang sendiri, otomatis membuat Setan Merah di atas angin.
Hanya saja pada kenyataannya, Manchester United justru lengah dan akhirnya malah kebobolan di akhir laga.
Gol penyeimbang yang dicetak oleh Dominic Solanke pada menit ke-92, membuat laga kedua tim berakhir 1-1.
Kemenangan Manchester United yang sudah berada di depan mata seketika buyar gegara gol tersebut.
Sebaliknya, Tottenham selamat dari kekalahan berkat gol yang dicetak oleh pemain asal Inggris itu.
Bagi Manchester United, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan.
Kini, Manchester United masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen Liga Inggris, dengan raihan enam poin.
Koleksi enam poin dari enam laga secara tidak langsung membuat Manchester United hanya bisa meraih rata-rata poin sebanyak satu angka per laganya.
Jumlah rata-rata poin tersebut jelas bukanlah standar yang layak bagi tim sekelas Manchester United.
Berbagai suara negatif berupa ejekan hingga cemoohan pun mendadak berbunyi nyaring di Old Trafford, setelah hasil laga Manchester United vs Tottenham berakhir imbang 1-1.
Tak sedikit penggemar Manchester United yang tampaknya merasa frustrasi dan kesal dengan performa timnya.
Alih-alih bisa mempertahankan keunggulan lantaran bermain melawan 10 pemain, Manchester United justru malah lengah dan akhirnya kehilangan tiga poin kemenangan yang sudah berada di depan mata.
Tak pelak, Carrick selaku pelatih menyesalkan penampilan Manchester United yang drop jelang akhir laga.
"Kami benar-benar tidak bisa menemukan cara untuk masuk ke dalam permainan, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola, kami sedikit kurang fokus," kesal Carrick dilansir Team Talk.
"Tidak bisa melakukan umpan dengan tepat, tidak bisa membaca ruang, dan akhirnya hal itu menyebar ke tim,"
"Saya jelas tidak senang dengan jumlah poin yang kami raih, itu fakta yang tidak bisa disembunyikan,"
"Seharusnya bisa berbeda, tetapi itulah kenyataanya, kami harus menerima dan mengubah arahnya ke arah lebih baik,:"
"Kita hanya perlu sedikit lebih berpengalaman dan keras kepala untuk melakukannya," tukasnya menambahkan.
Kekecewaan Carrick memang wajar, karena penampilan timnya awal musim ini jauh dari kata mengesankan.
Jika musim lalu bisa membawa Manchester United tampil trengginas hingga akhirnya bisa menyelesaikan kompetisi di peringkat ketiga, berbeda jauh dengan musim ini.
Status permanen yang didapatkan Carrick sebagai pelatih Manchester United justru menjadi beban baginya.
Manchester United pun kini mengukir catatan buruk pada awal musim, dengan mengukir enam poin saja dari enam laga.
Catatan itu hanya lebih baik dari capaian poin Manchester United musim 1986/1987 yang kala itu mengumpulkan 4 angka.
Sepanjang musim ini, Manchester United baru bisa meraih dua kemenangan dari delapan laga di tiga kompetisi berbeda.
Enam hasil laga lainnya berakhir dengan catatan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan bagi Setan Merah.
Terdekat, tepat setelah melawan Tottenham, Manchester United dijadwalkan akan melanjutkan perjalannya di fase liga Liga Champions, dengan menghadapi Atletico Madrid, Rabu (14/10/2026) mendatang.
Jika sampai gagal menang entah imbang atau kalah, posisi Carrick sebagai pelatih rawan dipecat oleh Manchester United.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.