Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan pengabdian mereka memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, mengatakan integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam pelayanan publik harus terus dijaga agar manfaat kinerja pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


"Apa yang kita kerjakan harus berdampak bagi masyarakat dan menjadi keberkahan bagi kita semua," katanya.


Menurut Khofifah, masa pengabdian yang panjang harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan serta komitmen untuk menjalankan amanah secara bertanggung jawab.


Ia menekankan bahwa penghargaan terhadap kinerja ASN bukanlah tujuan akhir pengabdian, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.






"Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk bekerja dengan penuh integritas, penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Khofifah juga mengingatkan bahwa tidak semua hasil kerja aparatur pemerintah memperoleh perhatian atau pengakuan secara langsung.


Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi semangat ASN untuk bekerja secara profesional dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.


"Mungkin dari sekian banyak kerja baik kita tidak terpotret oleh manusia, tetapi malaikat akan selalu memotret catatan-catatan kebaikan itu. Maka teruslah bekerja secara profesional, menjaga integritas, serta memperkuat kerja kolektif, sinergi, dan kolaborasi yang sudah dibangun selama ini," katanya.


Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 469 ASN Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.






Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia tersebut diberikan atas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.


Dari seluruh penerima, sebanyak 462 ASN memperoleh penghargaan atas pengabdian selama 10 tahun, tiga ASN selama 20 tahun, dan empat ASN selama 30 tahun.


Prosesi penganugerahan dilaksanakan dalam dua sesi, masing-masing diikuti 244 ASN dan 225 ASN.


Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur per Juni 2026, jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tercatat sebanyak 80.821 orang.


Jumlah tersebut terdiri atas 2.156 calon pegawai negeri sipil (CPNS), 34.052 pegawai negeri sipil (PNS), 23.337 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu, dan 21.276 PPPK paruh waktu.


Pada tahun ini, Pemprov Jawa Timur juga menghadapi kebutuhan regenerasi aparatur karena lebih dari 2.000 ASN diperkirakan memasuki masa pensiun.






Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemprov Jawa Timur telah mengusulkan pengadaan 750 formasi CPNS serta 1.355 formasi PPPK pada 2026 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.


Di tengah kebutuhan regenerasi aparatur tersebut, Khofifah berharap ASN yang telah memiliki pengalaman pengabdian dapat terus mempertahankan integritas serta memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat.


"Tetaplah dijaga, tetaplah ditingkatkan integritas yang sudah dibangun dengan baik ini. Semoga semua yang kita lakukan berdampak dan berkah bagi Jawa Timur," katanya.