Wonosobo -

Viral di media sosial video tenda-tenda beterbangan ditiup angin di gunung Sumbing. Ternyata, ini fakta di balik peristiwa viral itu:


Sang pemilik mengungkapkan puluhan tenda tersebut beterbangan diterpa angin gara-gara dijemur tanpa dipasang pasak.


"Angin kencang menerjang Basecamp Gunung Sumbing via Garung, Wonosobo, Jawa Tengah, hingga menerbangkan sejumlah tenda. Diketahui, tenda-tenda tersebut awalnya sedang dijemur untuk dikeringkan setelah dicuci, sebelum akhirnya terangkat dan terbawa angin," tulis takarir dalam unggahan Instagram seperti dilihat, Rabu (14/10/2026).




Dalam video tersebut, tampak puluhan tenda beterbangan di sebuah lapangan. Terdengar teriakan sejumlah orang saat kejadian berlangsung.


Tenda-tenda itu tampak diterbangkan oleh angin lisus. Sebab, terlihat pusaran angin di lokasi kejadian.





Beberapa perlengkapan kamping itu juga nampak terjatuh usai diterpa angin. Bak balon udara, tenda-tenda beterbangan melebihi tinggi pepohonan.


Saat dimintai konfirmasi, pengelola Basecamp Gunung Sumbing via Garung, Gurace, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, pihaknya tengah menjemur sekitar 50 hingga 60 unit tenda.


"Itu kurang lebih sekitar 50 sampai 60-an. Selasa pagi kurang lebih sekitar jam 10.00 WIB," kata Gurace.


Adapun puluhan tenda milik basecampnya itu dijemur usai dicuci di sungai sekitar. Penjemuran dilakukan di lapangan parkir yang masih di lereng Gunung Sumbing.


"Itu sehabis nyuci tenda kan dijemur di lapangan," terangnya.




Selepas menjemur tenda, Gurace menuturkan, mereka meninggalkan perlengkapan kamping itu untuk makan. Namun tetiba angin bertiup kencang.


"Habis dijemur itu mereka ditinggal pada sarapan. Tiba-tiba angin datang. Pada beterbangan semua dah itu," ucapnya.


Tenda-tenda tersebut jatuh tidak jauh dari lokasi. Beruntung Gurace tidak kehilangan satu pun tendanya.


"Alhamdulillah nggak ada yang hilang. Soalnya turunnya nggak jauh dari situ," sebutnya.




Dia menerangkan tenda terbang lantaran tidak dipasang pasak. Sementara bahannya terbuat dari kain tahan angin maupun hujan yang cenderung ringan.


"Itu tenda dikasih rangka cuma kan nggak dikasih pasak," tuturnya.


Dia mengatakan setidaknya setahun sekali biasa terjadi angin kencang. Namun, baru kali ini tenda-tenda yang dijemur beterbangan.


"Kalau kalau untuk tenda (beterbangan) sih baru pertama kali ini. Cuman kan kalau angin kayak gitu hampir setiap tahun satu dua kali ada cuma di daerah situ doang," pungkasnya.





















Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.