TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulon Progo menggelar Kulon Progo Annual Art (KPAA) 2026 di Gedung Kesenian Wates, yang resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026) lalu. Agenda tahunan ini sekaligus untuk meramaikan Hari Jadi Ke-75 Kulon Progo.

Kepala Disbud Kulon Progo, Joko Mursito menyampaikan sebanyak 40 karya ditampilkan dalam KPAA 2026. 40 karya ini berasal dari 40 perupa asal Kulon Progo.

"40 karya terpilih ini merupakan hasil kurasi yang ketat dari 80 pendaftar yang mencakup mahasiswa, guru, dan seniman profesional," kata Joko pada Rabu (14/10/2026).

'Tatag' walau jalan di depan belum pasti

KPAA 2026 mengangkat tema "Tatag", yang dalam Bahasa Jawa kata ini menggambarkan sikap yang teguh, mantap, dan berani dalam menghadapi hidup di segala situasi. Tatag menjadi kekuatan untuk tetap hadir dan terus melangkah, bahkan ketika jalan di depan belum tampak pasti.

Menurut Joko, KPAA dirancang untuk memberikan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku seni melalui jejaring kemitraan. Pameran seni ini sekaligus dimanfaatkan sebagai media belajar terbuka bagi masyarakat, khususnya untuk pelajar sekolah.

"Kami mendorong akses pemasaran agar karya seniman lokal bisa tampil di hotel maupun bandara agar memiliki nilai ekonomi," ujarnya.

Gedung Kesenian Wates dipilih sebagai lokasi dengan tujuan mengoptimalkan kembali pemanfaatan aset kebudayaan milik daerah itu. KPAA 2026 jadi bukti bahwa Gedung Kesenian Wates masih layak untuk berbagai kegiatan.

Dukungan danais

Joko mengatakan KPAA 2026 didukung sepenuhnya oleh Dana Keistimewaan (Dais) DIY. Pameran dibuka selama 15 hari, dari tanggal 15 sampai 27 Oktober mendatang, pukul 09.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB.

"Pameran ini gratis dan terbuka bagi masyarakat umum," katanya.

Salah satu perupa asal Kulon Progo yang karyanya ikut tampil di KPAA 2026 adalah Teguh Paino. Ia menampilkan lukisan bertajuk "Dari Alam Kembali ke Alam" yang menjadi bentuk kegelisahan dirinya terhadap keseimbangan alam yang mulai terganggu oleh kemajuan zaman.

Ia pun melihat Pameran KPAA 2026 sebagai wadah yang menarik bagi perupa lokal. Khususnya penggunaan Gedung Kesenian Wates yang sempat vakum sejak Taman Budaya Kulon Progo (TBK) dibuka sehingga kegiatan kesenian bergeser dari Gedung Kesenian Wates ke TBK.

"Harapan saya ke depan semoga lebih baik lagi untuk penyelenggaraan KPAA ke depannya," ujar Teguh.(alx)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.