Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mendukung edukasi memperkenalkan gastronomi Indonesia melalui pusat perbelanjaan.


Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja dalam pembukaan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026, di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan sekarang bukan hanya lagi berfungsi sebagai tempat sekadar belanja, tetapi, juga memiliki berbagai fungsi strategis sebagai fasilitas publik, salah satunya sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.


"Jadi kalau kita bicara gastronomi, ya saya kira pusat perbelanjaan adalah salah satu tempat untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat, memperkenalkan, kemudian juga tentunya supaya masyarakat lebih bisa mencintailah gastronomi Indonesia," kata Alphonzus.



Komposisi gerai makanan dan minuman di pusat perbelanjaan Indonesia terus bertambah, kata Alphonzus, bahkan saat ini mencapai 30-40 persen.






"Komposisi makanan dan minuman di pusat perbelanjaan itu semakin meningkat dari waktu ke waktu, kalau sebelum-sebelumnya komposisinya hanya sekitar 10 persen, sekarang bisa meningkat sampai dengan 30 sampai dengan 40 persen," tutur dia.


Peningkatan tersebut selain disebabkan oleh faktor perekonomian, juga terjadi akibat fungsi pusat perbelanjaan yang kini bergeser dari tempat berbelanja menjadi pusat interaksi sosial. Makanan dan minuman, kata Alphonzus, menjadi salah satu fasilitas utama yang mendorong interaksi sosial tersebut.


Fungsi pusat perbelanjaan untuk memasarkan produk perlu terus didorong untuk mempromosikan produk-produk lokal.


"Tentunya harus bisa mempromosikan, mendahulukan produk-produk lokal, produk-produk domestik. Tetapi bukan berarti tidak ada tempat untuk dari luar," kata dia.


Alphonzus mengatakan hal tersebutlah yang turut mendasari APPBI berkomitmen mendukung Kementerian Pariwisata dan Indonesia Gastronomy, salah satunya menghadirkan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 pada 7 Oktober–1 November 2026 yang diselenggarakan di 32 pusat perbelanjaan di berbagai wilayah Indonesia.






“Manfaatkan pusat perbelanjaan sebagai salah satu tempat menurut saya yang paling strategis untuk bisa menjangkau, mendekat kepada masyarakat. Saya rasa pusat perbelanjaan itu adalah salah satu apa, fasilitas yang cukup strategis,” tutur dia.


Culinary Festival dirancang sebagai rangkaian Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026. Mengangkat tema "From Local Roots to Global Recognition", festival ini menjadi kelanjutan rangkaian WIG 2026 yang sebelumnya telah digelar di Solo dan Yogyakarta pada 26 September–4 Oktober 2026.