WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Faradilla Yoshi mengaku sempat diliputi keraguan saat mendapat tawaran memerankan Alina, sosok istri yang menjadi korban perselingkuhan dalam La Tahzan The Series.
Bukan tanpa alasan, aktris berusia 32 tahun itu merasa tantangan yang dihadapinya kali ini jauh lebih besar karena serial tersebut berpeluang menjangkau penonton di berbagai negara.
Di balik rasa senangnya bisa terlibat dalam proyek produksi MD Entertainment tersebut, Faradilla menyimpan kegugupan.
Ia menyadari perannya akan disaksikan audiens yang lebih luas melalui kolaborasi MD Entertainment dengan platform streaming iQIYI.
“Jujur deg-degan ya, karena audiensnya besar banget. Terus juga beban, karena peran Alina ini yang jadi korban perselingkuhan,” kata Faradilla Yoshi saat ditemui di gedung MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).
Bagi Faradilla, memerankan Alina bukan sekadar menjalani karakter dalam sebuah serial drama.
Ia juga harus menghadapi ekspektasi penonton yang sebelumnya telah mengenal tokoh tersebut melalui film layar lebar La Tahzan, yang diperankan Marshanda.
Faradilla mengakui, kualitas akting Marshanda dalam menghidupkan karakter Alina menjadi salah satu hal yang membuatnya sempat maju mundur sebelum menerima tawaran tersebut.
“Bebannya karena Kak Marshanda memainkan karakter Alina ini, istri dari Reza sangat baik, bagus banget lah,” ujarnya.
Keraguan itu akhirnya ia kesampingkan. Faradilla menilai kesempatan untuk terlibat dalam serial yang berpotensi menjangkau penonton internasional bukan peluang yang datang setiap saat.
“Waktu ditawarin aku sempat maju mundur karena takut. Tapi kesempatan bisa disaksikan seluruh dunia gak dateng dua kali, jadi aku ambil,” sambungnya.
Baca juga: Faradilla Yoshi Jadi Alina di La Tahzan The Series, Akui Terbebani Peran Marshanda
MD Entertainment Gandeng iQIYI, Bidik Penonton Lebih Luas
La Tahzan The Series menjadi salah satu dari dua serial drama yang disiapkan MD Entertainment melalui kerja sama strategis dengan iQIYI.
Serial lainnya berjudul Dipaksa Menikah.
CEO MD Entertainment Manoj Punjabi mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan karya berkualitas yang dekat dengan kehidupan penonton.
“MD Entertainment senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan cerita-cerita berkualitas yang dekat dengan penonton,” kata Manoj Punjabi.
Ia berharap kerja sama yang diawali dengan dua judul serial tersebut dapat berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi karya produksi Indonesia untuk menjangkau audiens di berbagai negara.
“Kerja sama ini sekaligus membuka peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas di berbagai negara,” ungkap Manoj.
Sementara itu, Senior Managing Director SEA iQIYI, Dinesh Ratnam, menilai serial drama memiliki posisi penting dalam budaya populer Indonesia.
Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta konflik emosional membuat penonton merasa terhubung dengan karakter yang mereka ikuti.
Menurut Dinesh, penayangan drama secara rutin juga menjadikan kisah dan karakter di dalamnya bagian dari percakapan masyarakat.
“Bersama MD Entertainment, kami akan mendorong lahirnya cerita-cerita kuat, mengembangkan talenta kreatif baru, dan memperkaya pilihan hiburan bagi penonton. Harapan kami, drama Indonesia bisa mendunia melalui kolaborasi ini,” ujar Dinesh.
Nantinya, La Tahzan The Series dan Dipaksa Menikah dijadwalkan tayang melalui MDTV dan iQIYI.
Bagi Faradilla, proyek ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan akting sekaligus menghadapi ekspektasi penonton yang lebih luas dalam menghidupkan karakter Alina.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.