Jakarta -

Banyak mitos seputar telur masih dipercaya sampai sekarang, mulai dari warna kuning telur hingga risiko penyakit jantung. Ini fakta dari para ahli!


Telur mudah ditemukan dan diolah menjadi beragam hidangan. Meski begitu, bahan makanan ini juga dikelilingi sejumlah mitos, mulai dari warna kuning telur hingga dampak konsumsinya terhadap kesehatan jantung.


Sebagian anggapan tersebut terdengar masuk akal, tetapi belum tentu sesuai fakta. Misalnya, kuning telur berwarna pekat tidak otomatis menandakan telur lebih sehat.




Para ahli pun menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui sebelum memercayai mitos seputar telur. Dikutip dari The Takeout (20/3) berikut faktanya!


1. Kuning Telur Warna Oranye Lebih Sehat



TelurKuning Telur Warna Oranye Lebih Sehat. Foto: Getty Images

Warna kuning telur yang pekat tidak selalu menandakan telur lebih sehat. Kristy Foster, Wakil Presiden Rantai Pasok, Keamanan Pangan, dan Mutu Farmer Boys, menyebut warna dipengaruhi pakan ayam.



"Ayam yang dipelihara bebas memakan beragam makanan sehingga kuning telurnya lebih pekat," ujar Kristy.


Jen Houchins, Direktur Riset Nutrisi American Egg Board, menjelaskan karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin dapat membuat kuning telur lebih oranye.


"Karena itu, warna kuning telur saja tidak bisa menjadi patokan kesehatan ayam atau kualitas telur," ujarnya.




2. Telur Harus Disimpan di Kulkas


Telur tidak selalu harus disimpan di kulkas karena cara penyimpanannya bergantung pada proses pengolahan.


Kristy Foster menjelaskan, telur memiliki lapisan pelindung alami bernama bloom yang membantu menghalangi masuknya patogen.


"Setelah lapisan pelindung itu dicuci, seperti dalam pengolahan telur komersial di Amerika Serikat, telur perlu disimpan di kulkas agar tetap aman," ujar Kristy Foster.


Karena itu, telur yang sudah dicuci umumnya perlu didinginkan untuk menjaga keamanannya.


Sementara itu, telur yang tidak dicuci dan lapisan pelindung alaminya masih utuh bisa disimpan pada suhu ruang dalam kondisi tertentu.


Namun, cara penyimpanan telur tetap perlu mengikuti petunjuk produsen dan kondisi penjualannya agar kualitas serta keamanannya terjaga.




3. Makan Telur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung



TelurMakan Telur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung. Foto: Getty Images

Telur kerap dianggap meningkatkan risiko penyakit jantung karena kandungan kolesterolnya.


Namun, Jen Houchins, Direktur Riset Nutrisi American Egg Board, menyebut penelitian jangka panjang hingga 32 tahun tidak menemukan kaitan konsumsi telur dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada orang sehat.


Menurut Houchins, orang dewasa sehat dapat mengonsumsi telur sebagai bagian dari pola makan seimbang. Telur juga mengandung protein dan kolin yang membantu mendukung kesehatan otak, suasana hati, serta daya ingat.


Dua butir telur mengandung sekitar 12 gram protein dan dapat memenuhi 50-70% kebutuhan kolin harian. Meski begitu, kebutuhan konsumsi telur tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan pola makan masing-masing.


4. Cincin Hijau Keabuan di Kuning Telur Rebus Tanda Buruk


Munculnya bercak darah pada telur mentah atau lingkaran hijau keabu-abuan di sekitar kuning telur rebus tidak selalu menandakan telur busuk.


Kondisi tersebut bisa terjadi secara alami dan tidak otomatis membuat telur tidak aman dikonsumsi.


Sementara itu, bercak darah muncul akibat pembuluh darah kecil yang pecah selama pembentukan telur.


Bercak tersebut tidak menandakan telur dibuahi dan umumnya bisa diangkat sebelum telur dimasak hingga matang.


5. Telur Segar Selalu Lebih Ideal



TelurTelur Segar Selalu Lebih Ideal. Foto: Getty Images

Telur segar memang cocok untuk berbagai hidangan, tetapi bukan selalu pilihan terbaik untuk semua resep.


Nelson Serrano-Bahri, koki sekaligus Direktur Inovasi American Egg Board, menjelaskan telur yang sedikit lebih lama disimpan lebih mudah dikupas setelah direbus.


"Telur segar cocok untuk banyak hidangan, tetapi biasanya lebih sulit dikupas setelah direbus hingga matang. Seiring bertambahnya usia telur, perubahan di dalam cangkang membuatnya lebih mudah dikupas," ujar Nelson Serrano-Bahri.


Menurut Nelson, telur yang telah disimpan sekitar 7-14 hari cocok untuk direbus hingga matang karena cangkangnya lebih mudah dilepas.


Jadi, telur yang tidak terlalu baru bisa menjadi pilihan praktis untuk membuat telur rebus atau salad telur.














Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.