TRIBUNNEWS.COM - Pria berinisial J ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan terhadap pemilik usaha tambal ban di Jalan Pandanaran, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Korban bernama Panji Suherman (23) mengalami luka di sejumlah bagian tubuh akibat diberondong tembakan sebanyak lima kali menggunakan air gun oleh pelaku pada Sabtu (10/10/2026).

Salah satu proyektil peluru gotri bahkan sempat bersarang di area pipi korban hingga harus menjalani operasi pengangkatan di RS Hidayah Boyolali.

J ditangkap dua hari setelah penembakan di wilayah Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (12/10/2026).

Pelaku yang merupakan warga asal Boyolali yang pernah berbisnis dengan kakak korban.

Pemeriksaan kepolisian mengungkap bahwa tersangka J memiliki hobi di bidang persenjataan mainan.

Ia menggunakan senjata jenis air gun berpeluru gotri yang dibelinya secara online melalui sistem Cash on Delivery (COD) seharga Rp5 juta dan telah disimpan selama dua tahun.

Baca juga: Motif Penembakan Siswa SMA di Garut, Pelaku Sakit Hati dan Bawa Airgun ke Vila

Polisi memastikan bahwa antara tersangka J dan korban tidak memiliki permasalahan pribadi maupun hubungan utang piutang secara langsung.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indra Wira Saputra menegaskan bahwa korban hanyalah sasaran pelampiasan amarah dari tersangka karena kakaknya berada di Jakarta.

"Sehingga saat tersangka melihat korban ada di bengkel langsung melakukan aksi penembakan tersebut sebanyak lima kali terhadap korban," kata Indra, Rabu (14/10/2026).

Latar belakang tindakan nekat J berawal dari kerja sama bisnis servis ponsel yang dijalaninya bersama kakak kandung Panji sejak 2024.

Dalam usaha tersebut, J menginvestasikan dana sebesar Rp25 juta.

Namun, bisnis itu mengalami kegagalan dan kerugian hingga menyebabkan kakak korban pergi merantau ke Jakarta serta sulit dihubungi.

Pelaku kecewa karena uang investasinya tak kunjung kembali selama dua tahun dan tak mendapat kejelasan.

Baca juga: Pemkab Jayawijaya: Lokasi Penembakan 3 ASN Dinas Pertanian oleh KKB Bukan di Daerah Konflik 

J yang tersulut emosi akhirnya melampiaskan kekesalannya kepada Panji saat mendapati korban berada di kios tambal bannya.

Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menyatakan penembakan tersebut murni dipicu oleh rasa jengkel dan kekecewaan pelaku terhadap kakak kandung Panji terkait investasi bisnis servis ponsel yang gagal sejak 2024.

"Tersangka ini sakit hati dan terus menagih uang investasi yang sudah diberikan ke kakak korban," ucapnya.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan di RS Hidayah Boyolali.

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.