TRIBUNNEWS.COM - Hasil Liga Champions antara Bayern Munchen vs Arsenal yang berkesudahan dengan skor 2-2, menghadirkan fakta menarik seputar Harry Kane. 

Berlangsung di Allianz Arena, Jerman, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB, Eberechi Eze membawa Arsenal unggul lebih dahulu sebelum Alphonso Davies menyamakan kedudukan menjelang turun minum.

Bayern Munchen kemudian berbalik memimpin melalui penalti Harry Kane, tetapi Declan Rice mencetak gol penyeimbang yang memastikan pertandingan berakhir tanpa pemenang.

Hasil imbang ini membuat Bayern Munchen turun ke peringkat ke-14 klasemen sementara dengan lima poin dari tiga pertandingan.

Arsenal berada di posisi ketujuh dengan tujuh poin dan tetap belum terkalahkan di fase liga Liga Champions musim ini.

Sorotan mengarah kepada Harry Kane. Penyerang Internasional Inggris ini membukukan sejumlah catatan.

Satu di antaranya bagaimana 'hobi' mantan bomber Tottenham Hotspur itu mengoyak gawang Arsenal. Squawka merangkum, bahwa ada tiga klub yang paling disering dijebol Harry Kane selama kariernya sebagai pesepak bola profesional, meliputi:

  • vs Leicester City: 20 gol
  • vs Everton: 16 gol
  • vs Arsenal: 16 gol

Statistik ini membuktikan bagaimana ketajaman Harry Kane, khususnya melawan Arsenal, sangat teruji lewat gelontoran gol yang diciptakannya.

Baca juga: Update Klasemen Liga Champions: 5 Tim Masih Sempurna, Rekor Bersejarah Serie A Tak Menggandeng Inter

Dekati Rekor Elite Cristiano Ronaldo

Gol penalti Harry Kane ke gawang Meriam London memiliki arti penting.

BBC menuliskan bahwa gol Ronaldo itu menjadi lesakannya dalam 10 pertandingan Liga Champions berturut-turut.

Sejauh ini, hanya Cristiano Ronaldo yang pernah membukukan gol dalam 11 laga beruntun di UEFA Champions League.

Artinya, Harry Kane tinggal satu match lagi bisa menyamai torehan milik Cristiano Ronaldo, asal mencetak gol di laga tersebut.

Merujuk kepada jadwal Liga Champions untuk pekan keempat, Bayern Munchen akan melawat ke Madrid untuk menantang Atletico, tepatnya 4 November mendatang.

Kualitas seorang Harry Kane diakui oleh sesama penggawa timnas Inggris yang kini bermain untuk Arsenal, Declan Rice.

Dalam pengakuannya, kualitas Kane tidak disampaikan dalam perkataan, namun statistiknya di lapangan sudah membuktikan.

"Dia adalah pemenang yang jelas. Statistiknya berbicara sendiri, tahun yang dia jalani sungguh luar biasa. Ketika Anda bermain bersamanya, Anda menyadari betapa hebatnya dia dan ketika Anda bermain melawannya, Anda melihat betapa merepotkannya dia," ujar Declan Rice, dikutip dari live BBC.

"Dia luar biasa, pemain yang sangat bagus dan saya beruntung bisa bermain bersamanya, tidak begitu beruntung harus bermain melawannya," pujinya.

HurryKane, meskipun usianya sudah 33 tahun, namun dia adalah ujung tombak yang sulit dicari bandingannya pada era sepak bola modern saat ini.

Musim 2026/2027 masih menunjukkan bahwa dirinya sebagai goal getter mumpuni. Bersama Munchen di semua kompetisi, Kane mengumpulkan 10 gol dan tujuh assist dalam 11 pertandingan.

Statistik ini menunjukkan bahwa Kane tidak hanya piawai dalam mencetak gol, namun juga mengkreasikan peluang. Kelengkapan atribut langka untuk seorang striker yang juga bisa mengemban tugas sebagai 'pelayan'.

(Tribunnews.com/Giri)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.