Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS).
Wakil Ketua Baznas RI Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan langkah ini merupakan implementasi Asta Strata Baznas 2026–2031 untuk menjadikan dana zakat sebagai instrumen strategis yang membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi siswa dari keluarga miskin dan rentan.
"Zakat, infak dan sedekah harus dikelola agar memberikan manfaat nyata, salah satunya melalui penyediaan ruang kelas yang aman dan layak bagi anak-anak madrasah," kata Zainut dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad mengatakan program ini selaras dengan maqashid syariah, yakni menjaga akal (hifz al-‘aql) melalui keberlangsungan pendidikan dan menjaga jiwa (hifz al-nafs) melalui ruang belajar yang aman.
"Dalam skala nasional, melalui program ini, Baznas turut mendukung SDGs Tujuan 4 (pendidikan berkualitas) dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia," ujarnya.
Program ini sekaligus melanjutkan rekor sebelumnya, di mana Baznas RI juga telah membantu 2.000 madrasah sepanjang 2024–2025 yang tersebar di 37 provinsi dan 388 kabupaten/kota, termasuk 409 madrasah di wilayah prioritas kemiskinan ekstrem.
Melalui program ini, Baznas akan memberikan bantuan sebesar Rp25 juta per madrasah, bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Bagi madrasah swasta yang membutuhkan dipersilakan untuk melakukan pendaftaran yang dibuka hingga 31 Oktober 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui petunjuk teknis (juknis) Program Madrasah Layak Belajar 2026 di https://bazn.as/JuknisMLB26.