Laporan Kontributor Majalengka Adim Mubaroq

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp300 miliar di Kabupaten Majalengka sepanjang 2026.

Program pemberdayaan tersebut menjangkau sekitar 180.000 nasabah yang didorong untuk mengembangkan usaha mikro melalui akses permodalan dan pendampingan usaha.

“Kalau di Majalengka, jumlah nasabah kita saat ini ada 180.000. Kalau yang disalurkan sampai dengan saat ini, secara penyaluran tahun ini (Oktober 2026) sekitar Rp300 miliar," kata  Pimpinan Cabang PNM Indramayu, Panji Sasmoyo, dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar PNM Cabang Indramayu yang turut melibatkan nasabah PNM di Kabupaten Majalengka, Kamis (22/10/2026). Hadir Staf Ahli Bupati, Iman Firmansyah. 

PNM Cabang Indramayu membawahi wilayah Majalengka dalam pelaksanaan program pemberdayaan melalui PNM Mekaar dan ULaMM.

Panji menjelaskan, pemberdayaan nasabah tidak hanya berfokus pada penambahan modal, tetapi juga peningkatan kualitas usaha.

Nasabah yang dinilai siap didorong untuk naik kelas, terutama dari sisi produksi, pengemasan, dan pemasaran produk.

"Naik kelas itu bukan berarti pinjamannya naik, tetapi usahanya yang meningkat. Kami mencoba mengawal ibu-ibu ini dari sisi kualitas usaha dan menjaga kualitas produknya," kata Panji.

Menurut dia, kemasan menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha mikro. Produk dengan kemasan menarik dinilai memiliki peluang lebih baik untuk menarik minat konsumen.

Karena itu, pendampingan PNM dilakukan mulai dari proses produksi, pengemasan, hingga pemasaran. PNM juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar produk UMKM binaannya.

Dalam penyaluran pembiayaan, PNM memberikan modal usaha secara bertahap sesuai kebutuhan dan perkembangan usaha nasabah.

Panji menyebutkan, pembiayaan yang diberikan berkisar Rp2 juta hingga Rp15 juta. Namun, penambahan pembiayaan tidak dilakukan secara otomatis karena PNM terlebih dahulu memverifikasi perkembangan usaha dan kebutuhan modal nasabah.

"Kami verifikasi kembali apakah usahanya sudah meningkat atau belum, termasuk kebutuhan pembiayaan yang mereka ajukan," katanya.

Selain pendampingan usaha, PNM juga membantu nasabah mengurus legalitas dan perizinan produk, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi halal sesuai ketentuan yang berlaku.

Panji menegaskan, program tersebut dirancang untuk memberikan pemberdayaan kepada perempuan pelaku usaha mikro, bukan sekadar menyediakan pinjaman.

Dampak pendampingan dan akses permodalan turut dirasakan Eni Suheni, nasabah PNM asal Kecamatan Leuwimunding, Majalengka.

Eni mengaku telah menjadi nasabah PNM selama tujuh tahun. Saat pertama kali menjalankan usaha, ia memulai dengan kelompok yang beranggotakan tujuh orang.

Seiring waktu, usahanya berkembang dan jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan usahanya turut bertambah. Ia mengaku bersyukur atas perkembangan yang dirasakannya selama menjadi nasabah PNM.

"Alhamdulillah, kaget banget. Dulu awalnya hanya tujuh orang, sekarang sudah berkembang," ucap Eni.

Staf Ahli Bupati Majalengka, H. Iman Firmansyah, mengatakan pemerintah daerah mendukung program pemberdayaan UMKM yang dijalankan PNM. Menurutnya, pendampingan usaha yang dilakukan secara berkelanjutan penting agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai, dukungan PNM tidak cukup hanya melalui pemberian modal, tetapi juga harus disertai pendampingan dalam pengolahan produk, peningkatan kualitas kemasan, hingga perluasan pemasaran.

Iman juga mendorong PNM menjalin komunikasi dengan pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) agar produk-produk UMKM Majalengka berpeluang dipasarkan melalui gerai koperasi.

“Kami ingin produk-produk UKM Majalengka ini, karena berbasis daerahnya cukup dekat, untuk bisa memasukkan barangnya di situ,” ujar Iman.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar produk lokal. 

"Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja, sejalan dengan visi pembangunan Majalengka Langkung SAE," ujarnya.

Baca juga: Daftar Perguruan Tinggi yang Terlibat Dalam Program Satu Desa Satu Sarjana di Majalengka

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.