BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan masih mengkaji skema relokasi warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kepulauan Bangka Belitung.
Kajian tersebut dilakukan menyusul kebutuhan lahan yang cukup luas apabila seluruh warga terdampak dipindahkan ke lokasi hunian tetap.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan, relokasi secara menyeluruh membutuhkan lahan sekitar tiga hektare. Kebutuhan tersebut menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan skema pemindahan warga ke hunian tetap. Pemkab juga perlu memastikan kondisi rumah warga, terutama yang berada lebih jauh ke daratan dan tidak seluruhnya terdampak langsung kebakaran.
“Kalau memang harus relokasi semua, kurang lebih tiga hektar butuh lahan, cukup luas,” kata Hefi kepada Bangkapos.com, Jumat (21/10/2026).
Hefi menjelaskan, arahan mengenai rencana relokasi telah disampaikan kepada kepala desa untuk dibahas bersama masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan skema yang dipilih sesuai dengan kondisi warga terdampak dan ketersediaan lahan. Opsi relokasi secara total maupun alternatif lain masih menjadi bahan pembahasan sebelum keputusan ditetapkan.
Di samping itu pemerintah daerah belum memastikan apakah masa tinggal warga di hunian sementara (huntara) perlu diperpanjang apabila lahan relokasi belum ditemukan. Sekda menargetkan warga tidak harus lebih lama tinggal di huntara, tetapi keputusan tetap bergantung pada perkembangan pencarian lahan. Jika belum ada lahan yang dapat digunakan, persoalan tersebut akan dikomunikasikan dengan pimpinan daerah.
“Harapan kita tidak, tapi tentunya pada saat ada keputusan memang tidak ada lahannya ini, kami akan coba komunikasikan dengan pimpinan,” beber Hefi.
Adapun sejumlah opsi terkait penyediaan hunian tetap telah dibicarakan dan akan menjadi bahan pertimbangan selanjutnya. Pembahasan tersebut diperlukan untuk menentukan langkah yang dapat ditempuh apabila lahan relokasi belum tersedia sesuai kebutuhan. Pihaknya masih membuka kemungkinan beberapa skema dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Sementara itu, warga yang tinggal di huntara mulai kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Bantuan perlengkapan memasak dan bahan makanan yang diterima sebelumnya masih mencukupi sehingga warga mulai memasak sendiri. Aktivitas ekonomi juga perlahan berjalan kembali, termasuk warga yang bekerja sebagai nelayan dan petani.
“Mereka sudah mulai mandiri, sudah masak sendiri, dan sudah mulai beraktivitas seperti biasanya,” urainya.
Hefi Nuranda mengungkapkan sebagian nelayan mulai melaut, sedangkan warga yang bekerja sebagai petani kembali ke kebun masing-masing. Kondisi tersebut diharapkan menjadi awal pemulihan kehidupan masyarakat setelah kebakaran yang menghanguskan pemukiman mereka. Ia berharap aktivitas warga berangsur kembali normal sembari proses penentuan skema relokasi dan hunian tetap terus dibahas.
“Infonya tadi yang nelayan sudah mulai melaut, kemudian yang petani sudah mulai ke kebun masing-masing. Mudah-mudahan berangsur-angsur kita bisa, masyarakat mulai beraktivitas normal kembali,” ucapnya. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.