Grid.ID - Pengemudi ojek online, Hasan Syukur (56) masih membutuhkan perawatan medis setelah menjadi korban kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil listrik BYD di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada Jumat (23/10/2026) sore.
Hasan mengalami patah tulang kaki kiri dan keretakan di sejumlah bagian tubuh setelah motornya ditabrak mobil listrik. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, Hasan telah menjalani operasi untuk menangani cedera yang dialaminya. Namun, kondisinya masih membutuhkan perhatian medis sehingga keluarga belum bisa bernapas lega.
Rohayah, istri Hasan, mengatakan bahwa suaminya suaminya menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026) sore. Hingga Sabtu malam, Hasan masih terbaring di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan belum sadarkan diri.
Rohayah juga mengatakan, suaminya, Hasan, masih menggunakan selang untuk membantu pernapasan dan menerima asupan makanan. Kondisi tersebut membuat Hasan masih membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.
"Napas lewat selang dari mulut, dan makanan lewat selang dari hidung kata dokter. Ya jadi kebalik gitu," ungkap Rohayah dikutip dari Kompas.com.
Di tengah kondisi terkini Hasan yang belum pulih, keluarga juga mengaku khawatir tidak mampu menanggung biaya pengobatan. Rohayah mengungkapkan bahwa keterbatasan biaya menjadi salah satu hal yang membebani keluarga di tengah situasi sulit tersebut.
“Belum biayanya, terus terang kalau soal biaya mah tentu tidak mampu,” kata Rohayah, dilansir dari Kompas.com, Senin (26/10/2026).
Di tengah kekhawatiran soal biaya pengobatan, keluarga Hasan pun mengajukan permintaan jaminan biaya perawatan agar ia tetap bisa mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan.
Permintaan tersebut mendapat respons dari PT Jasa Raharja. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan pihaknya bergerak setelah menerima informasi mengenai kecelakaan tersebut dan memastikan Hasan telah mendapatkan penanganan medis.
“Begitu menerima informasi mengenai kejadian ini dan mengetahui korban telah mendapatkan penanganan di rumah sakit, kami segera menerbitkan jaminan biaya perawatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Awaluddin dikutip dari Kompas.com.
Keluarga berharap Hasan bisa segera pulih dan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Pasalnya, Hasan selama ini bekerja sebagai driver ojol untuk memenuhi kebutuhan hidup, sehingga cedera yang dialaminya turut mempengaruhi kemampuannya untuk kembali mencari nafkah.
Kecelakaan yang menimpa Hasan terjadi di Jalan Panglima Polim pada Jumat (23/10/2026) sore. Insiden bermula ketika mobil BYD menabrak Honda Brio di depannya, kemudian oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Hasan serta sebuah mobil Wuling.
Mobil tersebut kemudian menabrak sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi. Akibat tabrakan beruntun itu, Hasan mengalami luka serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Sementara itu, polisi telah menetapkan pengemudi mobil BYD berinisial S (46) sebagai tersangka. Penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan tersebut.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.